Bulog Minta Penyaluran BPNT Melalui Sistem Digital

Jumat, 1 November 2019 14:52 Reporter : Merdeka
Bulog Minta Penyaluran BPNT Melalui Sistem Digital Jokowi salurkan pkh dan bpnt di bogor. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) mengusulkan digitalisasi penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk masyarakat miskin. Saat ini, Bulog telah mengembangkan bisnis ke arah digital (e-commerce) untuk mendukung penjualan bahan pokoknya hingga ke tangan konsumen, dengan menggunakan aplikasi transaksi bernama PANGANANDOTCOM.

Direktur Utama Bulog Budi Waseso mengatakan, melalui aplikasi tersebut, penjualan digital memudahkan masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan bahan pokok, tanpa harus pergi ke pasar.

"Masyarakat tinggal pesan secara online dan pengiriman dilakukan langsung ke rumah pembeli," kata Budi, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (1/11).

Menurut Budi, dengan pemasaran bahan pokok melalui platform online akan memotong rantai pasok distribusi. Sehingga bisa mengurangi kesempatan tengkulak dalam memainkan harga pasar dan menekan jumlah mafia pangan yang ingin mendapatkan keuntung‎an.

Atas kelebihan tersebut, ‎Bulog mengusulkan ke pemerintah, untuk penyaluran BPNT menggunakan aplikasi digital, sehingga penerima bantuan tepat sasaran dan jumlah. Melalui aplikasi ini masyarakat juga tidak perlu mengantre dan mendatangi gerai penyaluran BPNT, sebab bantuan akan datang ke penerima.

"‎Ini pengembangan BPNT dan ke depan jadi kartu sembako ini untuk menghindari mafia mengambil keuntungan," ujarnya.

Bulog pun berencana membuat 12 paket bahan pokok untuk BPNT‎, agar masyarakat yang menerima berhak memiliki bahan pokok sesuai dengan kebutuhannya. Untuk mengatasi keterbatasan akses digital pada masyarakat kurang mampu dalam penyaluran BPNT agar tepat sasaran, ‎Bulog akan melibatkan Ketua RT dan RW melakukan pendataan masyarakat yang berhak menerima bantuan.

"Saya bekerja dengan Kemendagri untuk data BPNT. Supaya itu betul-betul manfaatnya dirasakan saudara kita yang butuh. Masyarakat tidak perlu punya android, melalui RT RW saya akan libatkan," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6 [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini