Bukan Produk Ilegal, Iklan Rokok Diminta Hanya Dibatasi dan Tidak Dilarang

Jumat, 7 Mei 2021 15:10 Reporter : Merdeka
Bukan Produk Ilegal, Iklan Rokok Diminta Hanya Dibatasi dan Tidak Dilarang Rokok. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) mengaku tak setuju dengan rencana revisi Peraturan Pemerintah Nomor 109/2012 (PP) tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan yang mewacanakan larangan total iklan rokok dan promosi rokok.

Wacana larangan total iklan dan promosi rokok tersebut dinilai tidak adil, karena produk ini termasuk barang legal yang diakui keberadaannya oleh hukum Indonesia.

Sekretaris Jenderal P3I, Hery Margono menegaskan, rokok bukanlah produk ilegal yang dilarang beredar oleh hukum Indonesia. Menurut dia, produk legal memiliki konsekuensi mata rantai investasi, salah satunya iklan dan promosi.

"Kalau boleh investasi, tetapi tidak boleh iklan fair tidak? Sebagai produk legal, rokok boleh diiklankan dan dipromosikan. Kalau dilarang total tidak adil," ungkap Hery dikutip di Jakarta, Jumat (7/5).

Dia menjelaskan, selama ini iklan rokok sudah mengalami berbagai pembatasan. Media televisi, misalnya, hanya boleh menayangkan iklan rokok mulai pukul 21.30– 05.00 pagi waktu setempat. Iklan juga telah dibuat seobjektif mungkin seperti tidak boleh memperlihatkan orang sedang merokok dan menunjukkan bahaya rokok. Seluruh peraturan tersebut telah diikuti oleh pelaku industri periklanan.

Hery menambahkan, sebagai produk legal, pemerintah sudah tepat dengan melakukan pembatasan penayangan iklan rokok. Demikian pula dengan iklan di media lain seperti internet dan media sosial. Sejauh ini belum ada ajakan diskusi lebih lanjut dari Pemerintah terkait aturan iklan rokok.

Baca Selanjutnya: Sesuai Peraturan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini