Buka-bukaan Pemerintah soal Bandara Kertajati yang Tak Laku

Rabu, 10 April 2019 06:00 Reporter : Idris Rusadi Putra
Buka-bukaan Pemerintah soal Bandara Kertajati yang Tak Laku Bandara Kertajati. ©2018 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau Kertajati kembali menjadi sorotan karena masalah penumpang yang sepi. Direktur Utama Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), Virda Dimas Eka Putra, mengatakan bahwa jumlah penumpang yang berangkat melalui Bandara Kertajati tercatat baru sekitar 25.000 penumpang. Angka ini masih jauh dari target yang dicanangkan sebesar 2,7 juta penumpang sejak beroperasi pada Mei 2018 lalu.

Virda mengatakan, dari jumlah penumpang tersebut, rata-rata masyarakat melakukan penerbangan pada saat akhir pekan. Sedangkan untuk hari kerja sendiri masih sangat minim.

"Persentase kalau weekday mungkin masih 50 persen ke bawah. Kalau weekend bisa 70 persen ke atas," katanya beberapa waktu lalu.

Sementara itu, dari jumlah penerbangan yang diberangkatkan di BIJB, paling banyak menyisir ke daerah Surabaya. "(yang paling ramai?) Surabaya. Karena punya konekting juga, jadi bisa ke Bali, Timur. (Sementara) Medan baru sebulan," tambahnya.

Melihat fakta ini, pemerintah melakukan berbagai cara. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bahkan mengimbau para aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai negeri sipil (PNS) dan tokoh masyarakat di Jawa Barat, untuk melakukan aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Himbauan tersebut menyusul rendahnya tingkat keterisian penumpang di Bandara tersebut.

"Oleh karena itu, kita kemarin kan terus terang saja kekurangan sosialisasi, bahwa penerbangan yang ada disitu itu kurang terinformasikan secara masif di lapangan," kata Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa di Kemenko Maritim, Jakarta, Selasa (2/4).

Cara lain yang dilakukan pemerintah ialah mendorong masyarakat untuk umrah melalui bandara Kertajati.

Direktur Utara Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin mengatakan, rombongan umrah dari 4 provinsi yaitu Banten, DKI Jakarta, Lampung dan Jawa Barat saat ini masih berangkat melalui Bandara Soekarno-Hatta. Awaluddin menganggap keberangkatan rombongan umrah dari Lampung dan Jawa Barat harusnya bisa dialihkan ke Bandara Kertajati.

"Kalau Jakarta dan Banten nggak logis kalau harus ke Kertajati, karena lebih dekat ke Soekarno-Hatta. Lampung dan Jawa Barat ini yang kita dorong untuk mengisi Kertajati," ujar Awaluddin di Palangkaraya, Senin (8/4).

Namun demikian, pemerintah mengakui ada beberapa masalah yang membuat Bandara Kertajagi tak laku. Berikut rangkuman Merdeka.com:

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini