Budi Waseso Bongkar Sebab Bulog Rugi dan Tanggung Utang Total Rp28 Triliun

Selasa, 3 Desember 2019 11:43 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Budi Waseso Bongkar Sebab Bulog Rugi dan Tanggung Utang Total Rp28 Triliun Budi Waseso di Kantor Bulog. ©2019 Liputan6.com/Pebrianto Eko Wicaksono

Merdeka.com - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) saat ini tengah menanggung utang ke perbankan hingga Rp28 triliun. Utang tersebut memiliki bunga berjalan setiap harinya.

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso, mengungkapkan perusahaan pelat merah yang digawanginya tersebut terus menderita kerugian karena harus melaksanakan penugasan pemerintah. Jika tidak ada penugasan tersebut, dia optimistis Bulog akan selalu mengalami keuntungan.

"Sebetulnya Bulog tidak rugi. Untung kalau kita bicara komersial, tapi kalau bicara penugasan karena ada beban bunga kemudian dengan sistem yang ada, begitu menagih pembayaran ke pemerintah itu perjalannya rada lumayan," kata dia, di Kantornya, Jakarta, Selasa (3/12).

Buwas menjelaskan, kerugian akibat penugasan tersebut karena proses pencairan dana pembelian beras memakan waktu yang cukup lama yakni hingga enam bulan. Sementara, Bulog membeli beras secara langsung dengan menggunakan utang dengan bunga berjalan.

Buwas mengeluhkan total utang yang telah mencapai Rp28 triliun tersebut belum juga bisa terbayarkan karena pemerintah belum menetapkan secara jelas proses pencairan uang yang cepat dari adanya penugasan penyerapan beras petani dari pemerintah.

"Tidak serta merta segera terbayar. Dengan proses itu begitu, kita ajukan ke pemerintah, kapan dibayar kita tidak tahu, bisa enam bulan setahun cair. Nah selama belum turun ditanggung Bulog. Ini yang jadi potensi kerugian Bulog," keluhnya.

1 dari 1 halaman

Usulan Solusi Bulog

Namun demikian, dia menegaskan pihaknya telah mengajukan permintaan kepada pemerintah mengenai skema dan mekanisme pembayaran dana pembelian beras penugasan tersebut langsung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN. Sehingga, Bulog tidak lagi perlu mencari dana terlebih dahulu dari perbankan yang memiliki bunga berjalan.

"Saya sudah ajukan bila mana disetujui negara bahwa CBP itu memang menggunakan anggaran APBN atau dana pemerintah. Kalau kita beli CBP ya itu pakai uang negara berarti tidak ada bunganya kan. Bulog yang rawat dan simpan nanti salurkan sesuai perintah negara," tutupnya.

[bim]

Baca juga:
Lelang 20.000 Ton Beras Disposal, Bulog Tunggu Putusan Kompensasi Pemerintah
Bulog Soal Beras Disposal: Tak Dimusnahkan,Bisa Dijual Atau Untuk Bantuan Kemanusiaan
Kemenkeu Tak Bayar Penyaluran Beras untuk Bencana, Bulog Terancam Rugi Rp39 Miliar
Seperti BBM, Bos Bulog Ingin Ada Beras Satu Harga
Bos Bulog Klaim PangananDotCom Matikan Praktik Mafia Pangan Indonesia

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini