BTN target salurkan KUR Rp 4,32 triliun di Jatim

Kamis, 20 September 2018 09:41 Reporter : Idris Rusadi Putra
BTN target salurkan KUR Rp 4,32 triliun di Jatim BTN. Istimewa ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus melebarkan sayap bisnis Kredit Pemilikan Rumah (KPR), salah satunya di Provinsi Jawa Timur (Jatim). Ini dilakukan mengingat angka backlog di wilayah tersebut yang masih tinggi serta positifnya pergerakan harga rumah di sana. Ekpansi bisnis tersebut juga untuk mendukung pencapaian target bisnis Bank BTN secara nasional sekaligus mendorong suksesnya Program Satu Juta Rumah.

Direktur Bank BTN, Andi Nirwoto mengatakan akan terus menggenjot kinerja di Jatim melihat potensi yang masih besar. Berdasarkan kajian supply dan demand perumahan yang dilakukan Bank BTN, angka backlog di Jawa Timur pada 2016 mencapai 1,03 juta unit. Dalam lima tahun ke depan, Bank BTN memproyeksikan angka kebutuhan rumah tersebut akan bertambah sebanyak 762.034 unit. Sebaliknya, angka pertumbuhan kepemilikan rumah di provinsi tempat Kota Pahlawan tersebut baru mencapai 1,18 persen.

Pada tahun ini, Bank BTN juga merekam jumlah potensi permintaan akan rumah di Jatim mencapai 331.746 unit. Namun, angka ketersediaan rumah di wilayah tersebut baru mencapai 23.992 unit.

"Dengan ruang yang lebar untuk berekspansi ini serta berbagai inovasi dan transformasi bisnis yang kami lakukan, kami optimistis tahun ini akan mampu mencatatkan penyaluran KPR di Jatim senilai Rp 4,32 triliun untuk 23.321 unit rumah atau naik sekitar 21 persen dari tahun lalu," jelas Andi dalam Public Expose Bank BTN di Surabaya.

Besarnya peluang bisnis KPR di Jatim juga didukung pergerakan positif harga rumah di provinsi tersebut. Kajian Bank BTN juga menunjukkan provinsi Jatim menempati posisi ketiga dengan House Price Index (indeks harga rumah/HPI) tertinggi sebesar 173,34 per Juni 2018. Kemudian, sebanyak 6 dari 10 kabupaten/kota yang memiliki HPI tertinggi berada di Jawa Timur.

Di antaranya, Jember menjadi kabupaten dengan HPI tertinggi per Juni 2018 dengan indeks sebesar 229,46 dan pertumbuhan tahunan mencapai 23,38 persen secara tahunan. Besaran indeks tersebut mengindikasikan kenaikan harga rumah di Jember mencapai 1,29 kali lipat dalam 3,5 tahun.

Pertumbuhan pesat pun terjadi di Kabupaten Ngawi dengan kenaikan tahunan sebesar 45,93 persen. Sejalan dengan kajian tersebut, Bank Indonesia merekam kenaikan harga rumah tertinggi terjadi di kota Surabaya dengan pertumbuhan sebesar 5,41 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) per Juni 2018.

Hingga Juli 2018, penyaluran KPR BTN di Jatim mencapai Rp 1,83 triliun. Realisasi tersebut terdiri atas penyaluran KPR Non-Subsidi untuk 4.127 unit rumah atau setara Rp 1,24 triliun dan penyaluran KPR Subsidi untuk 5.169 unit rumah atau senilai Rp 585,46 miliar per Juli 2018.

Untuk mencapai target penyaluran KPR, perbankan pelat merah tersebut terus berpartisipasi meningkatkan ketersediaan rumah. Aksi yang dilakukan yakni dengan menjadi inisiator dan integrator kerja sama antar institusi untuk meningkatkan pasokan rumah. Beberapa hal yang dilakukan yakni bersinergi dengan para penyedia lahan, pemasok bahan baku, hingga para pengembang properti.

Dalam meningkatkan sisi kebutuhan rumah, emiten bersandi saham BBTN ini juga terus berinovasi pada lini digital banking untuk mempermudah nasabah mengakses layanan KPR perseroan. Bank BTN juga terus memperluas jaringan distribusi untuk meningkatkan ekspansi bisnisnya terutama di daerah-daerah.

Secara nasional, Bank BTN mencatatkan penyaluran KPR senilai Rp 157,55 triliun. Posisi tersebut naik sekitar 22,07 persen (yoy) dari Rp 129,07 triliun pada Juli 2017. Bank BTN juga menorehkan kinerja kredit dan pembiayaan sebesar Rp 213,5 triliun per Juli 2018 atau naik 19,55 persen (yoy) dari Rp 178,58 triliun.

Bank BTN tercatat telah menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sekitar Rp 188,33 triliun atau naik sekitar 17,27 persen (yoy) dari Rp 160,59 triliun. Dengan kinerja tersebut, Bank BTN mencatatkan total aset sekitar Rp 264,51 triliun pada Juli 2018 atau naik sekitar 17,73 persen (yoy) dari Rp 224,68 triliun di bulan yang sama tahun sebelumnya. [idr]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini