Brexit, negosiasi kerja sama ekonomi Uni Eropa-RI berpotensi molor

Sabtu, 25 Juni 2016 13:21 Reporter : Moch Wahyudi
Brexit, negosiasi kerja sama ekonomi Uni Eropa-RI berpotensi molor brexit. ©AP

Merdeka.com - Fenomena Brexit atau hengkangnya inggris dari Uni Eropa diyakini bakal berpengaruh terhadap hubungan kerja sama ekonomi kawasan tersebut dengan negara di kawasan lain. Termasuk di dalamnya rencana peningkatan kerja sama ekonomi secara komprehensif antara Uni-Eropa dengan Indonesia.

Sekretaris Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Chris Kanter menilai Brexit bergulir menjadi isu populer, khususnya, di Uni Eropa. Agar tak ketularan, negara-negara saat ini masih menjadi anggota Uni Eropa diduga bakal menahan diri membuat kebijakan yang berpotensi mengusik ketidakpuasan masyarakat.

"Ini berdampak pada perundingan multilateral dan negosiasi perdagangan bebas dengan indonesia. Masing-masing negara di Uni Eropa berubah attitude untuk menjaga kepentingan masyarakatnya," kata Chris saat diskusi: Inggris Memilih Mudik dari Uni Eropa, Jakarta, Sabtu (25/6).

Atas dasar itu, menurutnya, penyelesaian negoisasi Comprehensive Economic Partnership (CEPA) antara Uni Eropa dan Indonesia berpotensi melewati target waktu yang telah ditentukan, 2019. Jika demikian, ini dinilai tak menguntungkan Indonesia.

"Untuk menggenjot perekonomian, Indonesia banyak mengandalkan foreign direct investment dan ekspor. Makanya pemerintah mendorong free trade agreement, bahkan hingga ke Amerika Latin," katanya.

"CEPA merupakan rekomendasi para pengusaha, karena menyimpan potensi ekspor indonesia lebih besar ketimbang free trade agreement lain."

Saat mengunjungi Eropa April Lalu, Presiden Joko Widodo berinisiati melanjutkan negosiasi CEPA yang sudah mandek hampir 3 tahun. Kerja sama itu memiliki substansi pembebasan perdagangan barang dan jasa, membuka investasi dan pasar di Indonesia.

[yud]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini