BPTJ Batasi Operasional Transportasi Umum Selama Dua Hari Lebaran

Sabtu, 23 Mei 2020 11:30 Reporter : Sulaeman
BPTJ Batasi Operasional Transportasi Umum Selama Dua Hari Lebaran krl. merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) melakukan pembatasan operasional transportasi umum selama Lebaran atau pada 24 Mei dan 25 Mei 2020. Ini sesuai dengan ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di mana transportasi hanya melayani kegiatan pengguna yang dikecualikan dalam aturan ini.

"Oleh karena itu, masyarakat di Jabodetabek diminta untuk berlebaran di rumah dan tidak melakukan kegiatan silaturahmi fisik atau anjangsana kemanapun di wilayah Jabodetabek (mudik lokal). Sebab, kegiatan anjangsana untuk silaturahmi pada masa Lebaran tidak termasuk tergolong yang dikecualikan dalam PSBB," kata Kepala Bagian Humas BPJT dalam keterangannya, Sabtu (23/5).

Menurutnya pada Hari Raya Idul Fitri 1441 H, pengoperasian angkutan umum di wilayah Jabodetabek akan mengalami pembatasan. Antara lain moda Kereta Rel Listrik (KRL) yang diatur jam operasional mulai pukul 05.00-08.00 WIB pada pagi hari dan kemudian dilanjutkan pukul 16.00-18.00 WIB pada sore hari untuk seluruh lintas perjalanan. Di luar jam operasional tersebut, stasiun akan ditutup.

Sedangkan, untuk jam operasional TransJakarta, pada hari Minggu, 24 Mei 2020, akan berlangsung mulai pukul 10.00-18.00 WIB. Namun, pada hari Senin, 25 Mei 2020, TransJakarta akan beroperasi mulai pukul 06.00-18.00 WIB.

1 dari 1 halaman

Angkutan Umum Reguler

reguler

Sementara itu, waktu operasional angkutan umum regular lainnya di Bodetabek (di luar DKI Jakarta) tetap sama seperti di awal penerapan PSBB yaitu pada pukul 05.00-19.00 WIB.

Untuk itu, Budi mengimbau seluruh pengguna transportasi umum usaha yang termasuk dalam kriteria pengecualian diharapkan untuk dapat menyesuaikan jadwal perjalanan transportasi. Pengguna juga diharapkan aktif mengakses informasi melalui akun resmi media sosial masing-masing operator angkutan umum massal untuk mengantisipasi adanya perubahan jadwal.

"Perlu juga diketahui bahwa penerapan protokol kesehatan berupa pembatasan jumlah penumpang dan penerapan physical distancing berupa pengaturan tempat duduk tetap berlaku. Adapun jumlah penumpang kendaraan pribadi dan angkutan umum maksimal 50 persen dari kapasitas penumpang, sedangkan untuk kereta api perkotaan (KRL) maksimal 35 persen," imbuh dia

[idr]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Transportasi Umum
  3. BPTJ
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini