BPS: Pembelian Emas Pengaruhi Inflasi April 2021

Senin, 3 Mei 2021 15:06 Reporter : Dwi Aditya Putra
BPS: Pembelian Emas Pengaruhi Inflasi April 2021 Ilustrasi perhiasan. ©2015 Merdeka.com/shutterstock/Korolevskaya Nataliya

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada April 2021 mencapai 0,13 persen (mtm). Dengan angka ini, maka inflasi tahun kalender Januari-April 2021 mencapai 0,58 persen dan inflasi tahun ke tahun 1,24 persen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Setianto mengatakan, kenaikan inflasi inti tersebut didorong oleh tingginya permintaan emas perhiasan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H. Hal ini pun turut mendongkrak harga emas perhiasan.

"Meningkatnya pembelian emas perhiasan menjelang Hari Raya Idul Fitri mempengaruhi harga emas perhiasan di April 2021," ujar Setianto dalam rilis BPS, Jakarta, Senin (3/5).

Selain itu, kenaikan harga emas batangan juga menyebabkan tingginya harga emas perhiasan di April 2021. BPS mencatat kenaikan emas perhiasan terjadi di 60 kota dari 90 kota pantauan BPS, tertinggi terjadi di Pare-pare, Medan, dan Bukittinggi, dengan masing-masingnya mengalami kenaikan 3 persen.

Meski demikian, laju inflasi inti selama April 2021 tersebut masih lebih rendah dibandingkan April 2020 yang sebesar 0,17 persen (mtm) dan 2,85 persen (yoy).

Sementara itu, dari kelompok pengeluarannya, inflasi selama April 2021 didorong oleh kenaikan harga pangan, utamanya daging ayam ras dengan andil terhadap inflasi umum sebesar 0,06 persen. Selanjutnya minyak goreng, jeruk, emas perhiasan, anggur, pepaya, rokok kretek, hingga ikan segar memiliki andil 0,01 persen terhadap inflasi.

Kemudian ada juga kelompok yang memiliki andil deflasi. Di antaranya yaitu cabai rawit dengan andil minus 0,05 persen, cabai merah dan bawang merah masing-masing minus 0,02 persen. [idr]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini