BPK Investigasi Kemungkinan Adanya Kesalahan Alokasi Dana Covid-19

Senin, 11 Januari 2021 10:43 Reporter : Dwi Aditya Putra
BPK Investigasi Kemungkinan Adanya Kesalahan Alokasi Dana Covid-19 rupiah. shutterstock

Merdeka.com - Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia, Agung Firman Sampurna memastikan akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap pemberian insentif yang dilakukan pemerintah di dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Agar alokasi digunakan bisa tepat sasaran dan tidak terjadi penyelewengan dana.

"Faktanya, saat ini terdapat investigasi yang sedang berlangsung di Indonesia tentang kemungkinan salah alokasi dana bantuan Covid 19 yang cukup besar," kata dia dalam Webinar Internasional Ensuring Transparency and Accountability in Covid-19 Pandemic: a Multi-Stakeholder Approach/Perspective di Jakarta, Senin (11/1).

Dia menyadari di tengah kondisi pandemi Covid-19 risiko salah urus, pemborosan, penipuan dan bahkan korupsi bisa saja terjadi sewaktu-waktu. Sehingga betul-betul dalam hal ini sistem pengawasan di Indonesia harus berfungsi dan bekerja dengan efektif.

"Karena lebih banyak tindakan diambil untuk mencapai tujuan ini, (maka kita) lebih banyak perhatian harus diberikan untuk memastikan tata kelola yang kuat," jelasnya.

Oleh karena itu, kata dia, Covid-19 memberikan kesempatan yang diperlukan dan tepat waktu bagi Lembaga Pemeriksa Keuangan (SAI) untuk meningkatkan dan menegaskan perannya sebagai lembaga tata kelola utama.

Dia menambahkan, transparansi dan akuntabilitas adalah dua komponen utama dari tata kelola yang baik. Akuntabilitas tidak boleh dikompromikan bahkan selama krisis. Semua pemangku kepentingan harus sadar dan inklusivitas dan berusaha untuk mempromosikan nilai-nilai tersebut, bahkan saat menangani masalah kritis lainnya.

"BPK menyadari kondisi tersebut dan oleh karena itu sedang melakukan audit komprehensif berbasis risiko," kata dia. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini