BPJT: Jika keberatan dengan integrasi tarif Tol JORR, jangan lewat jalan tol

Rabu, 26 September 2018 13:57 Reporter : Merdeka
BPJT: Jika keberatan dengan integrasi tarif Tol JORR, jangan lewat jalan tol Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Zuna. ©2016 merdeka.com/hana adi

Merdeka.com - Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna mengatakan ada banyak hal yang bisa diperoleh dari integasi tarif di jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR). Salah satu manfaatnya adalah membantu mengembalikan fungsi jalan tol ini.

Selama ini, jalan tol banyak yang menggunakannya sebagai jalan utama. Padahal sebenarnya jalan tol ini bersifat optional dan lebih diperuntukkan untuk kendaraan yang memiliki rute jarak jauh.

"Dengan integrasi ini akan mengurangi pengguna jalan tol jarak dekat, karena tarifnya ada penyesuaian memang. Kalau jarak dekat memang seharusnya melalui jalan arteri, tidak melalui jalan tol. Jadi kalau ada yang keberatan akan kebijakan ini, ya jangan lewat tol. Jadi mengembalikan fungsi jalan tol sebagaimana mestinya," kata Herry dalam Forum Merdeka Barat 9 di Gedung Kominfo, Rabu (26/9).

Dia menjelaskan, pasca penerapan integrasi ini, nantinya kendaraan Golongan I yang memiliki rute perjalanan jarak pendek jika masuk tol akan dikenakan tarif Rp 15 ribu dari sebelumnya hanya Rp 9.500.

Namum, berbeda jika kendaraan yang memiliki rute perjalanan jarak jauh (di atas 17,5 km) justru penyesuaian tarifnya akan lebih murah. Dicontohkan Herry, untuk kendaraan Golongan V dari yang sebelumnya tarif Rp 94.500 kini hanya membayar Rp 30 ribu.

"Kami sadar setiap kebijakan publik memang tidak bisa memuaskan semua pihak. Namun kami pastikan pihak-pihak yang diuntungkan dengan lebijakan ini lebih banyak dan tepat sasaran," tambah Herry.

Sebelumnya, PT Jasa Marga (Persero) Tbk akhirnya mengumumkan penerapan integrasi tarif tol Jakarta Outer Rong Road (JORR). Dijadwalkan, integrasi ini akan berlaku pada 29 September 2018 pukul 00.00 WIB.

Berdasarkan infografis yang dikutip dari Instagram resmi Jasa Marga, keputusan ini disampaikan setelah keluarnya Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 710/KPTS/M/2018 tanggal 14 September 2018.

Untuk tarif yang berlaku di ruas JORR, Golongan I sebesar Rp 15 ribu, Golongan II Rp 22.500, Golongan III Rp 22.500, Golongan IV Rp 30 ribu dan Golongan V Rp 30 ribu. Untuk ruas Bintaro Vaiduct-Pondok Aren, tarif Golongan I Rp 3.000, Golongan II Rp 4.500, Golongan III Rp 4.500, Golongan IV Rp 6.000 dan Golongan V Rp 6.000.

Reporter: Ilyas Istianur Praditya

Sumber: Liputan6.com [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini