BPJamsostek: Pencairan Klaim JHT Cuma 15 Menit Lewat JMO

Kamis, 28 April 2022 14:30 Reporter : Anggun P. Situmorang
BPJamsostek: Pencairan Klaim JHT Cuma 15 Menit Lewat JMO BPJS Ketenagakerjaan. ©bpjsketenagakerjaan.co.id

Merdeka.com - BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek mencatatkan kinerja positif dengan melampaui target penambahan kepesertaan sebesar 19,7 juta peserta baru atau mencapai 106 persen dari target yang telah ditentukan.

Tak hanya itu, BPJamsostek juga mampu memangkas waktu pencairan klaim JHT, dari yang awalnya rata-rata butuh 10-15 hari menjadi hanya 15 menit dengan menggunakan aplikasi Jamsostek Mobile (JMO).

Direktur Utama BPJamsostek, Anggoro Eko Cahyo mengatakan, dalam upaya merespon perubahan kondisi lingkungan akibat pandemi dan beragam tantangan lain di depan, BPJAMSOSTEK meluncurkan beragam inovasi layanan di tahun 2021.

"Di antaranya dengan melakukan penyempurnaan proses klaim JHT secara digital atau yang dikenal dengan Layanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik), serta meluncurkan aplikasi Jamsostek Mobile (JMO)," katanya, Jakarta, Kamis (28/4).

Aplikasi yang saat ini telah diunduh oleh 10 juta pengguna tersebut merupakan salah satu solusi dalam meningkatkan kapasitas layanan kepada peserta, terlebih pada masa pandemi yang menyebabkan adanya pembatasan mobilitas sosial.

2 dari 2 halaman

"Dengan adanya JMO, peserta dapat melakukan klaim lebih cepat dan mudah dengan beragam fitur-fitur yang lebih lengkap," jelas Anggoro.

Simplifikasi prosedur dan persyaratan klaim yang dilakukan BPJamsostek mampu memangkas masa tunggu klaim JHT, dari yang awalnya rata-rata 8 hari menjadi rata-rata 1,05 serta meningkatkan success rate klaim JHT dari 55 persen di Januari, menjadi 95 persen di akhir 2021.

"Kanal online lebih banyak dipilih oleh para peserta, terbukti dari melonjaknya angka penggunaan JMO dan Lapak Asik dari 36 persen menjadi 76 persen," jelas Anggoro.

Baca juga:
IHSG Tembus Rekor, BPJamsostek Beri Sinyal Optimalkan Investasi Saham
BPJamsostek Catat Klaim Pencairan JHT Naik Menjadi Rp 37 T Sepanjang 2021
Pemkot Bogor Tambah Kuota Insentif Guru Ngaji, Total Penerima 3.000 Orang
Buruh Minta Program JKP Disetop dan Digantikan Jaminan Pengangguran, Ini Bedanya
KSPI Apresiasi Langkah Pemerintah Revisi Aturan Pencairan JHT

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini