BPH Migas Jamin Ketersediaan Gas Hingga Listrik Tetap Aman Saat Lebaran 2019

Selasa, 14 Mei 2019 17:25 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
BPH Migas Jamin Ketersediaan Gas Hingga Listrik Tetap Aman Saat Lebaran 2019 Kementerian ESDM Pastikan Kebutuhan Energi Saat Idul Fitri Akan Tercukupi. ©2019 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) hari ini secara resmi membentuk Pos Komando Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral, guna menjamin agar ketersediaan minyak, gas, listrik dan bencana geologis tetap aman selama Idul Fitri 2019.

Anggota Komite BPH Migas Sumihar Panjaitan mengatakan, seluruh sektor pada dasarnya siap untuk memenuhi kebutuhan energi rumah tangga masyarakat Indonesia selama periode Idul Fitri. Namun, pos ini dibentuk untuk mengantisipasi kelangkaan atau kejadian yang tidak terduga.

"Pos-pos mudik ini adalah kepentingan bersama dan tidak hanya di Jawa, tetapi dari Sumatra ke Papua. Kita harus mempersiapkan semua kesiapsiagaan, sehingga tidak ada kelangkaan," kata dia saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (14/5).

Posko ini juga melibatkan kepolisian, kementerian perhubungan, serta kementerian PUPR di dalamnya. Berlangsung selama 30 hari sejak tanggal 21 Mei hingga 19 Juni 2019.

"Untuk di pulau Jawa, kita sudah tersedia sarana jalan tol, tapi itu beberapa alternatif, ada jalur selatan ada jalur utara itu kita siapkan SPBU nya. Demikian juga di daerah-daerah lain dan kita juga memprioritaskan daerah-daerah wisata sehingga tidak terjadi kelangkaan di tempat wisata," ujarnya.

Berdasarkan data, jumlah SPBU di jalur pantura ada 257, kemudian di jalur tol Jawa ada 40. Sementara itu di jalur Pansela ada 519 SPBU dan di sumatera tersedia sebanyak 437 SPBU.

Hingga kini stok bahan bakar masih terjaga yakni Premium dengan 1.118.277 kiloliter dengan ketahanan 21 hari, Pertalite 1.103.505 kiloliter atau 21 hari, Pertamax dan Akra 92 dengan 909.992 kiloliter dengan ketahanan 22 hari.

Kemudian untuk tipe Turbo sebanyak 34.585 kiloliter atau 58 hari, Solar dan Akrasol 2.104.331 kiloliter 26 hari, Dexlite 45.305 kiloliter 27 hari, Dex 36.437 kiloliter atau 35 hari, Minyak Tanah 108.863 kiloliter atau 69 hari, LPG 369.058 metrik ton atau 27 hari dan Avtur 615.512 kiloliter atau 48 hari.

Sementara itu,Sekretaris Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Munir Ahmad mengatakan, PLN akan terus melakukan dan meningkatkan pemantauan di hampir seluruh wilayaha di Indonesia. Selain itu, perusahaan pelat merah ini juga disebutkan akan mendirikan posko-posko untuk menerima keluhan masyarakat.

"Upaya-upaya yang kita lakukan saat ini kita memastikan unit pembangkit dan penguatan jaringan dan distribusi," kata Munir.

Selain itu, distribusi listrik juga akan diprioritaskan di tempat-tempat ibadah serta fasilitas umum lainnya yang berkaitan dengan kegiatan mudik masyasrakat.

"Menjaga kontinuitas pasokan khususnya di tempat ibadah kalau di Jakarta di Istiqlal, kemudian bandara, pelabuhan, stasiuan kereta api. Kalau jalan-jalan nasional, khususnya di jalan tol untuk SPBU dan rest area," ujarnya.

Melihat dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, kebutuhan akan listrik mengalami penurunan selama periode tersebut. Sebab, banyak industri yang mengkonsumsi listrik dalam jumlah cukup besar pada periode tersebut libur dan tidak melakukan produksi.

"Di luar Jawa biasanya turun 2 sampai 47 persen, pulau Jawa turun cukup signifikan 33 sampai 55 persen," tutupnya. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini