BPH Migas dan BLU Litbang ESDM Sinergi Perkuat Tata Kelola Jaringan Migas

Kamis, 18 April 2019 10:17 Reporter : Dwi Aditya Putra
BPH Migas dan BLU Litbang ESDM Sinergi Perkuat Tata Kelola Jaringan Migas Ilustrasi Migas. shutterstock.com

Merdeka.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus melakukan optimalisasi kinerja pada kegiatan hilir minyak dan gas bumi. Salah satunya, yakni melalui penandatanganan Nota Kesepahaman antara Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas) dengan Badan Layanan Umum Badan Penelitian dan Pengembangan (BLU Balitbang) ESDM.

"Kerja sama ini merupakan bentuk sinergi untuk memberdayakan dan mengoptimalkan potensi dari kedua belah pihak. Diharapkan kemampuan BLU Badan Litbang ESDM, terutama dalam pengawasan pelaksanaan investasi distribusi BBM dan pengangkutan gas bumi melalui pipa, efisiensi energi, dan transformasi penyediaan energi bersih dan berkelanjutan dapat meningkatkan nilai tambah bagi BPH Migas," kata Kepala Balitbang ESDM, Dadan Kusdiana melalui keterangan resminya, Kamis (18/4).

Dadan mengatakan, BLU LEMIGAS telah memiliki kemampuan yang teruji di kegiatan hilir migas. Hal ini ditandai dengan sejumlah kepemilikan sertifikat untuk keselamatan kerja (OHSAS 18001), manajemen lingkungan (ISO 14001), manajemen sistem (ISO/IEC 9001), dan standar kompetensi laboratorium (SNI ISO/IEC 17025).

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPH Migas, Fansurullah Asa menyambut baik kerja sama ini. Menurutnya ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menata investasi migas terhadap wilayah jaringan distribusi BBM dan Gas Bumi.

"BPH Migas akan melelang sejumlah wilayah jaringan distribusi BBM dan telah banyak investor yang berminat terhadap wilayah jaringan distribusi tersebut. Kami berharap BLU LEMIGAS dapat mengkaji dan mengevaluasi penawaran dari investor agar diperoleh penilaian yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah," kata Fanshurullah.

Saat ini BPH Migas sendiri telah mengidentifikasi sebanyak 1.583 lokasi di daerah tertinggal, terdepan, terluar atau 3T yang belum memiliki SPBU. Lewat kerja sama ini BLU LEMIGAS diharapkan dapat melakukan kajian akademis terhadap ketersediaan dan kebutuhan BBM di setiap lokasi.

Keduanya juga berharap nota kesepahaman ini dapat segera ditindaklanjuti dalam bentuk perjanjian kerja sama yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerja baik Badan Litbang ESDM maupun BPH Migas

Perlu diketahui, sejumlah kajian dan sertifikasi pada Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3S) untuk peningkatan produksi minyak, sertifikasi cadangan migas, maupun masukan bagi pemerintah dalam menetapkan kontrak bagi hasil dan pengembangan lapangan migas nasional telah dijalankan oleh LEMIGAS.

Pelayanan yang diberikan pun terus diperkuat dengan didukung enam kelompok bidang keahlian yakni teknologi eksplorasi, eksploitasi, proses, aplikasi produk, gas, dan kablibrasi, 61 laboratorium terakreditasi KAN, dan sub unit Lube Oil Blending Plant (LOBP)

Adapun, beberapa peluang kerja sama yang akan dikembangkan antarunit Kementerian ESDM tersebut, antara lain:

- Kajian teknis kelayakan perubahan Toll Fee jaringan pipa transmisi atau distribusi existing

- Monitoring dan evaluasi mutu gas bumi di jaringan pipa transmisi dan distribusi

- Konsultan pengawasan pelaksanaan investasi

- Pengujian laboratorium untuk BBM dan gas bumi

- Inspeksi pipa gas bawah laut

- Manajemen energi di Gedung BPH Migas. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. ESDM
  2. Migas
  3. BPH Migas
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini