Bos Yamaha bantah terlibat kartel harga motor matik di Indonesia

Senin, 9 Januari 2017 14:38 Reporter : Faiq Hidayat
Bos Yamaha bantah terlibat kartel harga motor matik di Indonesia Ilustrasi Yamaha. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Direktur PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing Minoru Morimoto membantah Yamaha melakukan dugaan kartel persekongkolan harga dengan PT Astra Honda Motor (AHM). Dia menegaskan Yamaha selalu mengutamakan kepuasan konsumen dengan memberikan produk terbaik.

"Terutama kami menyatakan Yamaha tidak pernah melakukan kartel. Kami Yamaha telah dididik tidak ada kartel dan segala itu sudah didik disitu. Kami suatu kumpulan yang murni mencintai pengendara motor," kata Minoru di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (9/1).

Menurutnya, jika pihaknya melakukan kartel maka karyawan dan supplier akan mengalami kerugian. Saat ini, pihaknya terus berkonsentrasi mengembangkan kendaraan motor dengan teknologi tercanggih.

"Bayangkan YIMM mempunyai perusahaan karyawan dan supllier, kalau ini masing orang-orang punya keluarga total menopang kehidupan 1 juta lebih kami defisit. Kami lebih sibuk bagaimana mengkonsentrasi jalannya usaha," ujarnya.

Lebih lanjut, Minoru menegaskansepeda motor sangat dibutuhkan bagi masyarakat di Indonesia maupun di dunia. Sebab, mereka yang berpergian jauh pasti membutuhkan atau mengendarai sepeda motor.

"Kami menyadari motor itu apa, motor itu alat yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Kalau kita bayangin disana ada gunung ingin tahu kehidupan disana kita ingin kunjungi kota lain tentu mau ke tempat kerja jadi fungsi motor sangat penting bagi kita," jelasnya.

Selain itu, katanya, PT Yamaha merupakan salah satu pengekspor motor terbesar di Indonesia. Bahkan, seluruh karyawan juga terus meningkatkan ekspor motor Yamaha ke seluruh negara.

"Kami segenap staf Yamaha bersemangat meningkatkan ekspor motor ke negara global, kita juga mengembangkan model global agar bisa meningkatkan ekspornya," jelasnya.

Dia berharap sidang Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) diputuskan secara adil dan bijaksana. Karena, pihaknya terkejut diduga terlibat kasus kartel tersebut.

"Jadi sebagaimana dijelaskan budaya Yamaha sangat serius tidak ada yang macam-macam dan kita ingin memberikan ekonomi di Indonesia dan akan memperbesar ekspor di Indonesia itu semangat kami sehari-hari. Kasus ini kami terkejut, jadi kami mengharapkan keputusan akan dikeluarkan keputusan yang adil," pungkasnya. [sau]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini