Bos Waskita keluhkan pelemahan Rupiah pengaruhi nilai proyek

Jumat, 17 Agustus 2018 13:00 Reporter : Siti Nur Azzura
Bos Waskita keluhkan pelemahan Rupiah pengaruhi nilai proyek Tol Becakayu. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk, I Gusti Ngurah Putra mengatakan kenaikan harga dolar dan pelemahan Rupiah yang terus terjadi saat ini memengaruhi nilai setiap proyek yang dikerjakan.

Dia mengatakan kenaikan harga dolar itu jelas akan terasa pada bahan diimpor langsung dari luar negeri seperti aspal, baja, dan lain sebagainya. Namun, untuk material proyek yang berasal dari dalam negeri, tidak terlalu memengaruhi nilai proyek yang dikerjakan.

"Ini jelas tidak bisa dipungkiri, karena setiap kali kenaikan harga dolar, jelas ini akan memengaruhi nilai proyek yang sedang kita kerjakan," kata I Gusti Ngurah Putra, usai mengikuti upacara peringatan HUT ke-73 RI di Pontianak, dikutip Antara, Jumat (17/8).

Untuk itu, pihaknya akan menyiapkan strategi untuk mengantisipasi hal tersebut, salah satunya mengantisipasi perubahan harga pasar dari material proyek yang digunakan. Dirinya yakin, setiap perusahaan kontruksi pasti melakukan strategi tersebut, agar tidak merugi dalam pengerjaan proyek yang dilakukan.

Meski harga dolar saat ini terus naik, namun pihaknya tetap berkomitmen untuk tetap mengutamakan kualitas bahan dan pengerjaan setiap proyek yang ada. "Ini menjadi komitmen kita, agar setiap proyek yang kita lakukan tetap mengedepankan kualitas," imbuhnya.

Sebelumnya, Dalam nota keuangan dan RAPBN 2019, pemerintah memprediksi nilai tukar Rupiah masih berada di level Rp 14.400 per USD karena ekonomi global diperkirakan masih terus bergejolak.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Dody Budi Waluyo optimis Rupiah akan berada pada level 14.4000 sesuai prediksi pemerintah di tahun depan. Meski demikian, hingga saat ini Rupiah belum beranjak dari posisi Rp 14.600-an per USD.

"Gambaran kita masih optimis Rupiah stabil di level 14.400," kata Dody saat ditemui di Gedung DPR RI, Kamis (16/8).

Dia mengamini bahwa tahun depan ekonomi global masih akan bergejolak. Tidak hanya itu, dorongan dari domestik juga diperkirakan akan turut mempengaruhi. "Untuk tahun depan memang kita melihat bahwa ada di sisi perkembangan globalnya masih akan ya gejolaknya belum tentu akan selesai kemudian masih ada juga konteks dari domestiknya ada event - event besar," ujarnya.

Kendati demikian dia menegaskan fundamental ekonomi Indonesia membaik sehingga gejolak dari dalam maupun dari luar akan mampu diatasi. "Nah kita lihat pertumbuhan ekonomi akan membaik jadi kondisi globalnya dan domestiknya masih bisa kita jaga sampai 2019." [azz]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini