Bos Pertamina dihujani kritik naik turunnya harga BBM dan gas 12 kg

Rabu, 21 Januari 2015 11:27 Reporter : Saugy Riyandi
Bos Pertamina dihujani kritik naik turunnya harga BBM dan gas 12 kg Kenaikan BBM. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto dikritik habis-habisan saat melakukan Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR. Dwi dihujani beberapa pertanyaan dari anggota legislatif.

Salah satunya Wakil Ketua Komisi VII Mulyadi yang mempertanyakan akurasi perhitungan penurunan harga BBM premium menjadi Rp 6.600 per liter.

"Hal ini penting menyangkut orang banyak, terutama perihal penurunan harga BBM beberapa hari yang lalu. Begitu juga pemerintah menaikkan harga BBM Rp 8.500 per liter yang menurut saya belum melalui perhitungan yang akurat," ujar dia yang ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (21/1).

Politisi Demokrat ini menilai banyak ketidakakuratan dalam perhitungan harga BBM subsidi jenis premium dan solar. Dia menjelaskan, bila mengikuti Mean of Platt Singapore (MOPS) selama satu bulan sebelumnya, seharusnya ada potensi tambahan penerimaan negara dari harga jual tersebut.

Terlebih saat harga BBM dinaikkan menjadi Rp 8.500 ketika harga minyak dunia turun. "Ada potensi penerimaan negara yang harus dilaporkan kepada DPR seberapa besar tambahan penerimaan dari kenaikan BBM Rp 8.500 dan digunakan untuk program apa?" kata Mulyadi.

Tidak hanya itu, Mulyadi juga menyoroti kebijakan penetapan harga gas elpiji subsidi yang belum mendapat persetujuan DPR.

"Pertamina akan berjanji akan hitung-hitungan. Karena terkait dengan rencana subsidi energi pada pembahasan RAPBN-P 2015," ucapnya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini