Bos Pertamina buka-bukaan soal pembatalan kenaikan harga Premium

Kamis, 11 Oktober 2018 15:55 Reporter : Merdeka
Bos Pertamina buka-bukaan soal pembatalan kenaikan harga Premium Dirut Pertamina Nicke Widyawati diperiksa KPK. ©2018 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - PT Pertamina (Persero) menyatakan akan mengikuti keputusan pemerintah terkait dengan harga Premium. Hal ini menyusul dibatalkannya kenaikan harga Premium setelah sebelumnya diumumkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, sore kemarin.

"Pertamina mengikuti apa yang ditetapkan regulator, kalau tidak naik ya kita ikuti," ujar Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, di Inaya Hotel, Bali, Kamis (11/10).

Nicke mengaku, sebelum diumumkan oleh Menteri Jonan, dirinya memang telah diberitahu sebelumnya. Namun, Pertamina membutuhkan waktu lebih banyak untuk melakukan penyesuaian harganya di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

"Sebelum itu, bertemu Pak Jonan diinfokan, dan memang tentu kami perlu waktu juga untuk bagaimana men-setup itu semua itu dan SPBU. Tidak bisa langsung efektif bagaimana mekanisme antrean. Yang pasti hari ini Premium tidak naik, tidak perlu dibahas ke sana kemari," lanjut dia.

Menurut dia, dibatalkannya kenaikan harga Premium ini juga tidak menjadi masalah bagi Pertamina. Sebab, sebagai BBM penugasan, maka harga Premium memang ditetapkan oleh pemerintah.

"Bukan masalah siap dan tidak siap. Ada yang perlu disiapkan karena kan Premium merupakan khusus penugasan. Jadi penetapan harganya oleh menteri yang dilakukan berkoordinasi dengan tiga menteri. Penerapan harganya ada beberapa variabel yang perlu dipertimbangkan," kata dia.

Namun selain menunggu keputusan pemerintah, Pertamina juga melakukan survei terkait harga BBM yang dijualnya terhadap daya beli masyarakat. Hal ini turut dilaporkan kepada pemerintah untuk menjadi pertimbangan.

"Dari Pertamina sendiri sebagai korporasi kita juga melakukan survei termasuk daya beli. Bagaimana kemampuan daya beli pelanggan kita. Ada pelanggan yang terbatas Premium. Dari data BPS data dari penjualan kita kami sampaikan pandangan Pertamina," tandas dia.

Reporter: Septian Deny
Sumber: Liputan6.com

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini