Bos Pajak Blak-blakan Penyebab Penerimaan 2019 Tak Sesuai Harapan

Jumat, 2 Agustus 2019 13:31 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Bos Pajak Blak-blakan Penyebab Penerimaan 2019 Tak Sesuai Harapan Sri mulyani cek proses laporan spt di kantor pajak. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak semester I-2019 sebesar Rp603,34 triliun. Jumlah tersebut hanya tumbuh 3,74 persen jika dibanding periode yang sama di 2018.

Meskipun tercatat ada pertumbuhan secara volume penerimaan, tapi pertumbuhan tersebut lebih rendah jika dibanding dengan kinerja penerimaan pada 2018 yang berhasil naik 13,9 persen.

Dirjen Pajak, Robert Pakpahan, menjelaskan terdapat beberapa jenis pajak utama mengalami tekanan pada semester I/2019. Misalnya PPh 22 impor, hanya tumbuh 2,3 persen. Angka ini jauh lebih rendah dibanding 2018 yang tumbuh 28 persen.

Selanjutnya, lanjut Robert, ada PPh Badan yang hanya tumbuh 3,4 persen. Angka ini lebih rendah dari pertumbuhan tahun lalu sebesar 23,8 Persen.

"Kemungkinan harga jual barangnya turun. Sebagian dari para korporasi ini sudah minta penyesuaian ke kami. Kemungkinan besar dipengaruhi harga-harga jual produk mereka," kata Robert, dalam Media Gathering, di Bali, Jumat (2/8).

Jika menilik berdasarkan sektor, maka penerimaan pajak dari sektor pertambangan dan industri pengolahan lah yang mengalami koreksi paling besar.

Jika pada periode yang sama tahun lalu sektor pertambangan tumbuh 80,3 persen, maka tahun ini sektor tersebut minus 14 persen. Sementara, industri pengolahan terkoreksi 2,6 persen.

"Faktor utama yang menyebabkan kontraksi sektoral adalah penurunan harga komoditas tambang di pasar global," jelas dia.

"Selain itu, faktor restitusi yang mencapai 11 persen. Tekanan terbesar dihadapi oleh dua subsektor utama yaitu pertambangan batubara dan bijih logam," imbuh dia.

Sedangkan kinerja penerimaan dari sektor jasa transportasi dan pergudangan serta jasa keuangan, ujar dia, tumbuh lebih baik dibanding 2018. Pertumbuhan sektor jasa transportasi bahkan lebih laju 13 persen dibanding tahun lalu.

Dia mengungkapkan, perlambatan ekonomi global memang masih menjadi beban yang tak mampu dibendung pasar komoditas batubara internasional. Tren penurunan harga batubara pun masih berlanjut di tahun ini.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan target pajak akan meleset atau shortfall Rp140 triliun dari yang telah dipatok dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019, sebesar Rp1.577,56 triliun. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini