Bos OJK soal kasus First Travel: Ini menjadi pelajaran berharga

Selasa, 22 Agustus 2017 11:56 Reporter : Desi Aditia Ningrum
Bos OJK soal kasus First Travel: Ini menjadi pelajaran berharga Ketua OJK Wimboh Santoso. ©2017 merdeka.com/idris

Merdeka.com - Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, menilai kasus penggelapan dana yang dilakukan oleh agen perjalanan ibadah First Travel menjadi pelajaran berharga bagi lembaga yang memberikan perizinan kepada jasa tersebut. Saat ini, kata dia, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Polri dan Bank Indonesia untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Ini menjadi pelajaran yang berharga bagi lembaga-lembaga memberikan otoritas perizinan pada produk-produk demikian," ujarnya di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Selasa (22/8).

Wimboh meminta masyarakat tetap tenang. Sebab, kasus tersebut kini telah ditangani oleh pihak kepolisian. "Kita selalu tekanan kepada masyarakat bersama bahwa ini masyarakat tenang sedang ditangani bersama pihak kepolisian," kata Wimboh.

Dia menambahkan, akan memeriksa pihak First Travel berdasarkan permintaan dari Kalpolri Jenderal Tito Karnavian.

Untuk diketahui, jumlah uang yang tersisa dalam rekening First Travel hanya ada Rp 1,3 juta. Padahal, jumlah keseluruhan calon jemaah umrah yang belum Andhika berangkatkan sekitar puluhan ribu jemaah.

Untuk biaya perjalanan umrah yang dilakukan oleh First Travel mematok biaya termurah keberangkatan umrah sebesar Rp 14,3 juta. Sedangkan termahal yakni keberangkatan paket VIP sebesar Rp 54 juta. [bim]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini