Bos OJK sebut Indonesia berpotensi jadi pusat fintech dunia

Senin, 7 Mei 2018 16:40 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Bos OJK sebut Indonesia berpotensi jadi pusat fintech dunia Ketua OJK Wimboh Santoso. ©2017 merdeka.com/idris

Merdeka.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso mendorong industri perbankan untuk mengembangkan bisnis financial technology atau fintech. Sebab, fintech tak bisa dipisahkan sebagai bagian dari perkembangan teknologi keuangan saat ini.

"Kita lebih happy kalau fintech itu di-backbone oleh perbankan. Itu lebih secure," ungkapnya dalam Seminar Nasional Pengembangan Sumber Daya Manusia di Era Revolusi Industri 4.0, di Jakarta, Senin (7/5).

Menurut Wimboh, fintech menawarkan produk maupun layanan yang jauh lebih mudah dan cepat ketimbang harus melewati proses administrasi di bank. Selain itu, fintech dapat menjangkau masyarakat yang belum memiliki akses ke industri perbankan.

"Silakan mau dirikan, atur strategi yang pas untuk itu yang meyakinkan bahwa bank bisa menawarkan produk yang hampir sama dengan teknologi yang cepat murah dan hampir sama dengan fintech," imbuhnya.

Namun demikian, perkembangan teknologi di sektor keuangan juga memberi dampak negatif. Namun hal tersebut bukan berarti Indonesia lantas menutup diri pada perkembangan teknologi. "Distorsi enggak bisa dihindari, yang bisa adalah di minimize. Kita fokus costumer protection. Jadi tidak ada satu entity yang keluar dari itu ranah regulasi," papar Wimboh.

Saat ini ada tiga negara dengan perkembangan fintech yang masif, yakni China, India, dan Indonesia. Namun, dibandingkan kedua negara tersebut, Indonesia punya kesempatan untuk lebih besar karena jarak satu pulau cukup berjauhan dan luas sehingga butuh teknologi untuk menjangkaunya.

"Mereka kan daratan mereka dapat dijangkau, gampang. Indonesia itu negara kepulauan topografi cocok untuk fintech. Indonesia yang paling pas untuk fintech, untuk menjadi pusat fintech yang unik di dunia," jelas dia.

Kerena itu, pihaknya akan terus mendorong pertumbuhan fintech di Indonesia. "Apalagi kalau indo fintech nggak maju diketawain. Katanya gemah ripah loh jinawi, kita akan ada namanya Fintech center," tandasnya. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. OJK
  3. Fintech
  4. Ekonomi Indonesia
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini