Bos OJK pede Indonesia tak akan alami krisis jasa keuangan

Senin, 7 Mei 2018 14:58 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Ketua OJK Wimboh Santoso. ©2017 merdeka.com/idris

Merdeka.com - Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso meyakini tidak akan lagi terjadi krisis di sektor jasa keuangan. Sebab, mekanisme pengawasan sudah dilakukan secara lebih baik berdasarkan pengalaman menghadapi krisis di masa lalu.

"Kita pernah krisis, tahun 1987. Mini krisis tahun 2004, krisis tahun 2008. Dan kami yakin tidak akan krisis lagi," ungkapnya di Kompleks IBS, Jakarta, Senin (7/5).

"Kita sudah punya yang namanya control cyclical. Ada juga stress testing yang kita kembangkan. Modal (CAR/Rasio kecukupan modal perbankan) kita juga tinggi, 22 persen," lanjut dia.

Selain itu, OJK juga akan lebih transparan dalam menyampaikan kebijakan juga ancaman-ancaman yang ada, sehingga persiapan untuk menghadapi ancaman tersebut dapat segera dilakukan.

"Kita terbuka. Kita lebih senang tahu masalah dan kita cari solusinya. Kita juga tidak akan ada yang ditutupi. Kita transparan, itu lebih bagus. Kita punya pengalaman, kita komunikasi dengan publik, transparan, tidak menakutkan," tandasnya. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini