Bos OJK optimistis tax amnesty positif untuk infrastruktur Indonesia

Kamis, 7 Juli 2016 18:00 Reporter : Novita Intan Sari
Bos OJK optimistis tax amnesty positif untuk infrastruktur Indonesia Ilustrasi Pembangunan Jakarta. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis likuiditas di pasar keuangan Indonesia bertambah dengan adanya pengampunan pajak atau tax amnesty. Nantinya, dana hasil repatriasi bakal menjadi sumber pendanaan untuk proyek infrastruktur Tanah Air.

"Dengan adanya repatriasi, likuiditas akan banyak masuk, maka akan kita pakai untuk beberapa penempatan kredit yang jelas investasinya seperti jalan tol, infrastruktur, air minum dan sebagainya termasuk pelabuhan udara," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman Hadad di Jakarta, Kamis (7/7).

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah menambahkan UU Pengampunan Pajak juga akan berdampak positif ke kinerja perbankan di Indonesia.

"Dilihat dulu siapa yang menerbitkannya (instrumen investasi), kalau pemerintah yang menerbitkan ya pemerintah yang dapat, kalau yang menerbitkan swasta ya swasta yang dapat. Yang pasti, likuditas perbankan kita secara keseluruhan akan naik kalau ada capital inflow," pungkas Halim.

Sebelumnya, OJK tengah melakukan persiapan untuk memastikan kelancaran aliran dana repatriasi pengampunan pajak atau tax amnesty ke sejumlah instrumen investasi. Persiapan ini dilakukan dengan melibatkan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan perbankan.

"Manajer investasi dan broker sudah kita siapkan. Bank juga ada membuka layanan trusty. Jadi kita sudah siapkan produknya sehingga kita hanya tinggal menjelaskannya," ucap Muliaman. [bim]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini