KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Bos Lion Air beli 40 pesawat ATR buatan Italia

Jumat, 28 November 2014 14:28 Reporter : Henny Rachma Sari
Rusdi Kirana berkunjung ke merdekacom. ©2014 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Maskapai penerbangan Lion Air menandatangani kontrak pembelian 40 pesawat ATR72-600s buatan Prancis dan Italia. Presiden Direktur Lion Air Rusdi Kirana datang langsung ke Istana Chigi, Roma, Italia.

Kesepakatan pembelian ini disaksikan Perdana Menteri Italia Matteo Renzi dan KUAI KBRI Roma, demikian Minister Counsellor Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Roma, Nindarsari Utomo seperti dilansir Antara, Jumat (28/11).

Dengan pembelian 40 tambahan pesawat ini, maka total pesawat ATR turboprops yang dibeli perusahaan Lion Group menjadi 100 pesawat. Dengan catatan ini, Lion Grup mengukuhkan diri

Dengan aksi pembelian ini, Lion Air tercatat sebagai pemesan terbanyak pesawat ATR. Pesawat ATR72 merupakan produk perusahaan patungan yang dibentuk Aerospatiale (sekarang Airbus Group dengan kantor pusat di Toulouse, Prancis) dan Aeritalia (sekarang Alenia Aermacchi, bagian dari kelompok Finmeccanica, dengan kantor pusat di Italia) pada 1981.

PM Renzi mengapresiasi aksi Lion Air membeli pesawat ATR-72. Penandatanganan tersebut menandai realisasi kemitraan kerja sama jangka panjang sebagai strategic alliance in the future.

CEO ATR Patrick de Castelbajac mengatakan, pembelian 100 ATR oleh Lion Grup adalah yang terbesar. ATR berharap bisa ikut berperan dapat memenuhi kebutuhan penerbangan Indonesia. ATR meyakini punya peran strategis membantu masyarakat Indonesia menggunakan transportasi udara.

Presiden Direktur Lion Group Indonesia Rusdi Kirana menegaskan, pembelian ATR adalah hak mutlak untuk memenuhi keterhubungan antar pulau.

Dia menjelaskan, Lion Air tidak hanya membeli pesawat jenis ATR tetapi juga pesawat jenis Airbus dan Boeing. Rusdi membeberkan, aksi-aksi Lion membeli ratusan pesawat tidak lepas dari peran institusi keuangan di Eropa dan beberapa bank komersial.

Rusdi Kirana menyatakan, untuk jangka panjang Indonesia diharapkan dapat memproduksi sendiri pesawat komersial sendiri untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Pesawat jenis ATR 72 ini tergolong ke dalam jenis pesawat hemat biaya untuk kategori pesawat dengan penerbangan jarak pendek. Desain pesawat merupakan pesawat berjenis sayap-tinggi, memiliki turboprops ganda sehingga sangat efisien, fleksibel pengoperasiannya dan memberikan kenyamanan kepada penumpang.

Saat ini, ATR menjadi patokan untuk pesawat turboprops regional dengan penjualan melebihi 1.400 pesawat, lebih dari 180 operator di 90 negara dengan total siklus sekitar 25 juta. Pesawat ATR juga menjadi penggagas transportasi regional dimana setiap dua belas detik, sebuah ATR lepas landas di suatu tempat di seluruh dunia. [noe]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.