Bos Kadin: Impor Cangkul Malu-maluin dan Menyedihkan

Kamis, 7 November 2019 14:12 Reporter : Merdeka
Bos Kadin: Impor Cangkul Malu-maluin dan Menyedihkan Ketua Kadin Indonesia Rosan P Roeslani. ©2019 Merdeka.com/Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Roeslani mendukung pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengkritik adanya impor cangkul dan pacul. Dia menilai harusnya Indonesia sebagai negara agraris bisa menghasilkannya sendiri.

"Mestinya sih cangkul enggak usah impor. Terus terang saya setuju sama Bapak Presiden. Malu-maluin gitu. Itu kan suatu alat yang bukan teknologi tinggi juga yang kita sebetulnya bisa kita bangun," ujar Rosan di sela Dialog Nasional Ekonomi Kreatif, di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (7/11).

Menurutnya, apapun alasannya impor cangkul dan pacul adalah hal yang menyedihkan. Dia pun mendorong agar produksi peralatan itu bisa dilakukan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Dia menyebut penyerapan alat produksi itu pun pastinya ada karena tenaga kerja industri pertanian Indonesia sangat besar. Kehadiran pasar pun sudah terjamin dan pemerintah tinggal memacu produksi.

"Industri ini bisa dibangun, apalagi dikerjasamakan dengan UMKM. Yang penting adalah bagaimana kita menyatukan produser dan pemakai. Di sinilah peran pemerintah harus hadir juga," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Jokowi Geram

Presiden Jokowi meminta Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) memprioritaskan industri dalam negeri daripada barang impor dalam proses produksi. Jokowi pun heran barang-barang yang mampu diproduksi oleh industri kecil dalam negeri, namun justru malah diimpor.

"Misalnya urusan pacul, cangkul, masa masih impor. Apakah tidak bisa didesain industri UKM kita, kamu buat pacul. Tahun depan saya beli. Ini puluhan ribu ratusan ribu cangkul yang dibutuhkan masih impor," ucap Jokowi dalam pembukaan Rakornas LKPP di JCC Senayan Jakarta, Rabu (6/11).

Dia mengatakan, cangkul hanya salah satu barang yang sebenarnya bisa diproduksi, tapi sayangnya malah diimpor. Menurut dia, masih banyak ribuan barang lagi yang juga diimpor.

"Barang lain masih ribuan. Enak banget itu negara yang di mana barang itu kita impor. Kita ini masih defisit transaksi berjalan, defisit neraca perdagangan, masih impor. impor itu enak karena harganya lebih murah," jelasnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengakui bahwa harga barang-barang impor ada yang lebih murah. Namun, apabila pemerintah masih terus menerus impor, ruang untuk menciptakan lapangan kerja akan hilang.

Untuk itu, dia menilai pengadaan barang dan jasa seharusnya bisa dimanfaatkan membangun industri-industri kecil yang berkaitan dengan barang. Dia pun meminta LKPP dapat memetakan mana yang dapat diproduksi di dalam negeri dan yang perlu diimpor.

Reporter: Tommy Kurnia

Sumber: Liputan6.com [azz]

Baca juga:
Pemerintah Resmi Kenakan Bea Masuk untuk Produk Alumunium Foil Impor
Temui Jokowi, Mendag AS Bahas Keringanan Bea Masuk Impor
Bisa Dihasilkan Sendiri, Mengapa Produk ini Masih Impor?
Kesalnya Presiden Jokowi dan Cerita Kontraktor Dikejar Seperti Hantu
Jokowi: Masa Pacul dan Cangkul Impor? Impar Impor Senangnya Kita, Setoplah

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini