Bos Garuda Indonesia ungkap masalah yang sebabkan 300 penerbangan harus delay

Jumat, 8 Desember 2017 16:44 Reporter : Desi Aditia Ningrum
Bos Garuda Indonesia ungkap masalah yang sebabkan 300 penerbangan harus delay Garuda Indonesia. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Sejumlah penumpang pesawat Garuda Indonesia menumpuk di Bandara Soekarno-hatta akibat adanya penundaan dan pembatalan penerbangan di sejumlah rute yang terjadi pekan lalu. Situasi ini terang membuat calon penumpang kesal lantaran tidak mendapatkan informasi jelas soal waktu keberangkatan.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Pahala Mansury mengatakan, pihaknya telah melakukan penanganan cepat ketika terjadi penundaan ratusan penerbangan akibat dampak penutupan Bandara Ngurah Rai dan Lombok. Langkah tersebut diantaranya melakukan penjadwalan ulang keberangkatan penumpang.

"Dengan pembatalan tersebut justru penumpang ada kepastian. Dari sisi peningkatan performa yang kita miliki upgrade, sehingga kecepatan diperbaiki. Bersamaan dengan itu kita memastikan data yang dimiliki di dalam sistem memang keadaan yang sebenarnya," ujarnya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Jumat (8/12).

Pahala mengatakan salah satu penyebab pembatalan penerbangan adalah sulitnya memprediksi penutupan bandara. Hal tersebut sempat menyebabkan maskapai kekurangan kru yang kemudian mempengaruhi kecepatan pelayan maskapai.

Namun dia menegaskan, hal tersebut telah dapat diatasi. Sejak tanggal 5 dan tanggal 6 Desember, pelayanan maskapai telah normal kembali. "Per tanggal 1 Desember mengalami kendala. Kita lihat tanggal 2 mencapai 60 persen. Meski belum normal tapi tanggal 5 dan 6 bisa mencapai sekitar 90 persen dari performa kami," jelasnya.

Pahala berharap ke depan pihaknya dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat melalui pemantauan data penumpang setiap hari dan perbaikan kondisi operasional. "Tentunya hal-hal komunikasi dan pembatalan mengenai penerbangan sesegera mungkin. Kemudian perbaikan data tiap hari dimonitor terus dan bisa memperbaiki kondisi operasional kita," tandasnya. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini