Bos Garuda Indonesia target tingkat keterisian 75 persen untuk rute Jakarta-London

Selasa, 31 Oktober 2017 15:18 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Bos Garuda Indonesia target tingkat keterisian 75 persen untuk rute Jakarta-London Garuda Indonesia. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Maskapai Garuda Indonesia menargetkan tingkat keterisian mencapai 75 persen untuk penerbangan langsung Jakarta-London. Sebab, dengan adanya penerbangan langsung, penumpang akan lebih merasa nyaman karena tidak perlu lagi transit di Singapura.

"Tentunya paling tidak ada penambahan 13-15 persen dengan adanya penerbangan langsung ini dan menambah paling tidak 60-70 penumpang setiap kali penerbangan," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N Mansury seperti dikutip Antara saat peluncuran penerbangan langsung Jakarta-London PP di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, Selasa (31/10).

Ke depan, lanjut dia, ditargetkan bisa menambah 1.000 penumpang dan tingkat keterisian sampai 80 persen pada Juli 2018. Sehingga target mengangkut 384.000 bisa tercapai. "Belanda itu hanya kurang lebih 200.000, tapi tingkat keterisiannya 85 persen," katanya.

Dia menambahkan penerbangan tersebut juga akan meningkatkan daya saing serta mampu menurunkan biaya yang dikeluarkan hingga sepertiganya. "Mudah-mudahan inisiatif kita, bukan hanya meningkatkan konektivitas kedua negara, dari sisi komersil juga untuk meningkatkan kinerja perusahaan yang belum begitu baik," katanya.

Menurut Pahala, bukan hanya maskapai yang diuntungkan dengan adanya penerbangan tersebut, tetapi juga operator bandara, dalam hal ini PT Angkasa Pura II karena menjadi Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjadi tempat transit dari London menuju kota lainnya. "Kami harapkan Terminal 3 juga menjadi hub penerbangan Eropa," katanya.

Dia menambahkan inggris bukan hanya salah satu destinasi tetapi juga pasar yang potensial di Eropa. Bukan hanya penumpang, lanjut dia, penerbangan kargo pun diharapkan akan terdongkrak naik dengan adanya penerbangan langsung tersebut.

Dalam kesempatan sama, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik mengatakan ada banyak potensi yang bisa tumbuh dengan adanya penerbangan langsung tersebut, baik dari segi pariwisata, perdagangan dan lainnya.

Menurut dia, Inggris memegang porsi 40 persen dari negara-negara di Eropa yang membawa penumpang ke Indonesia. "Kami tidak tahu kalau ada dampak yang sebesar itu, kami yakin potensi ini direaliasikan," katanya.

Moazzam menambahkan yang sebelumnya wisatawan Inggris hanya berkunjung ke Thailand, bisa bergeser ke Indonesia. "Banyak potensi hubungan wisata, ekonomi, penerbangan dan lain-lain. Ini merupakan langkah yang nyata dan penting bagi kedua negara," katanya.

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini