Bos BPS: Pengenaan Bagasi Pesawat Berbayar Bakal Sumbang Inflasi

Jumat, 1 Februari 2019 10:58 Reporter : Anggun P. Situmorang
Bos BPS: Pengenaan Bagasi Pesawat Berbayar Bakal Sumbang Inflasi Suhariyanto soal bagasi pesawat berbayar. ©2017 Merdeka.com/Saugy Riyandi

Merdeka.com - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan pengenaan bagasi pesawat berbayar akan menyumbang inflasi. Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan besaran pengaruh yang diberikan.

"Harga bagasi naik, harga tiket akan berpengaruh, berapa pengaruhnya belum tahu," ujar Suhariyanto saat memberikan keterangan pers di Kantornya, Jakarta, Jumat (1/2).

Dia mengatakan, perhitungan pengenaan bagasi akan diteliti dampaknya terhadap harga tiket per maskapai. Sebab, tidak semua maskapai mengenakan biaya tambahan untuk bagasi.

"Yang menerapkan bagasi hanya tertentu saja. Total penerbangan Indonesia berapa, harga tiket tentu berpengaruh," jelasnya.

Tercatat, angkutan udara sepanjang Januari 2019 menyumbang inflasi sebesar 0,02 persen. Ke depan, angkutan udara diprediksi masih akan menyumbang inflasi karena adanya pengenaan bagasi.

"Pada Januari tidak biasa, angkutan udara penyumbang inflasi masih 0,02 persen. Bagasi ini akan menaikkan, seberapa besar belum bisa menebak. Share untuk bagasi ini," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengaku akan mengkaji penentuan tarif batas atas bagasi maskapai penerbangan. Hal ini dilakukan seiring maraknya maskapai memberlakukan tarif bagasi pesawatbelakangan ini.

"Formulasinya seperti apa nanti kita akan tentukan. Harus harmonisasi termasuk dengan pelaku-pelaku juga," ujarnya di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Kamis (31/1).

Dia menjelaskan, Kementerian Perhubungan akan menerbitkan Peraturan Menteri (PM) yang mengatur perihal bagasi maskapai. Itu termasuk didalamnya terkait persoalan tarif batas atas bagasi pesawat berbayar. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini