Bos BI soal Rupiah Menguat ke Rp16.505 per USD: Terima Kasih Para Eksportir

Selasa, 24 Maret 2020 17:01 Reporter : Merdeka
Bos BI soal Rupiah Menguat ke Rp16.505 per USD: Terima Kasih Para Eksportir dolar AS. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) dibuka di level Rp16.505 per USD di perdagangan hari ini, Selasa (24/3). Ini menguat dibandingkan dengan penutupan perdagangan sehari sebelumnya yang berada di posisi Rp16.575 per USD.

Bank Indonesia memandang, penguatan kurs Rupiah tersebut terjadi lantaran jumlah permintaan dan penawaran berjalan secara baik di pasar valas. Oleh karenanya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo pun mengapresiasi peran serta eksportir terhadap Rupiah di pasar valas.

"Terima kasih kepada para eksportir yang sudah kemudian memasok dolarnya ke pasar valas, hingga hari ini nilai tukar bergerak stabil di pasar valas," ungkap Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo saat sesi teleconference.

Perry juga memastikan bahwa Bank Indonesia akan terus berada di pasar guna memantau secara baik atau mengintervensi stabilisasi nilai tukar rupiah jika diperlukan, baik melalui tunai atau spot melalui Domestic Non Delivery Forward (DNDF) maupun lewat pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

"Sebagaimana kita ketahui, sejauh ini selama tahun ini Bank Indonesia sudah membeli SBN dari pasar sekunder sebesar Rp168,2 triliun. Ini adalah SBN yang memang dilepas oleh asing. Dan kami dari BI melakukan pembelian dalam rangka menstabilkan nilai tukar Rupiah tidak hanya memasok valasnya, tapi kami juga membeli SBN dari pasar sekunder," dia menambahkan.

1 dari 1 halaman

Cadangan Devisa Aman

aman rev1

Selain itu, dia juga meyakinkan bahwa jumlah cadangan devisa yang dimiliki bank sentral juga terhitung lebih dari cukup untuk melakukan stabilisasi nilai tukar Rupiah.

"Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah bagaimana kemudian ke depan berupaya agar menjaga kecukupan cadangan devisa dalam rangka menstabilkan nilai tukar Rupiah," seru Perry.

Dia pun berharap agar pandemi virus corona bisa segera teratasi, sehingga pergerakan perekonomian dunia dapat membaik. Menurutnya, kepanikan yang terjadi di pasar global saat ini juga sudah mulai agak menurun.

"Meskipun masih tinggi kami akan pantau terus. Di Amerika Serikat, di Eropa juga masih terjadi kepanikan global. Tapi langkah-langkah yang dilakukan, misalnya oleh The Fed di Amerika, kemudian turut menstabilkan rupiah. Kita akan terus memantau seperti itu," tandasnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [idr]

Baca juga:
Pengusaha Teknologi Informasi Mulai Khawatir Pelemahan Nilai Tukar Rupiah
Nilai Tukar Rupiah Terus Anjlok, Tembus Level Rp16.575 per USD
Kekhawatiran Virus Corona Belum Reda, Rupiah Diprediksi Tembus Rp17.000 per USD
Pelemahan Rupiah Kerap Jadi Momen Pedagang Spekulan Naikkan Harga Barang
IHSG dan Rupiah Terkapar, BKPM Yakinkan Investor Hal Sama Terjadi di Dunia
Kopi Kenangan Khawatirkan Pelemahan Rupiah Ganggu Bisnis Makanan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini