Bos BI soal Rupiah Melemah per 17 November 2021: Aliran Masuk Modal Asing Terbatas

Kamis, 18 November 2021 15:45 Reporter : Sulaeman
Bos BI soal Rupiah Melemah per 17 November 2021: Aliran Masuk Modal Asing Terbatas rupiah. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menyebut nilai tukar Rupiah pada 17 November 2021 melemah 0,53 persen secara point to point dan 0,56 persen secara rata-rata dibandingkan dengan level Oktober 2021.

"Pelemahan nilai tukar Rupiah disebabkan oleh aliran masuk modal asing yang terbatas di tengah persepsi positif terhadap prospek perekonomian domestik dan terjaganya pasokan valas domestik," kata Perry dalam hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG), Kamis (18/11).

Dengan perkembangan tersebut, Rupiah sampai dengan 17 November 2021 mencatat depresiasi sebesar 1,35 persen (ytd) dibandingkan dengan level akhir 2020. Angka ini juga lebih rendah dibandingkan depresiasi mata uang sejumlah negara berkembang lainnya, seperti India, Malaysia, dan Filipina.

Oleh karena itu, Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai dengan fundamentalnya, dan bekerjanya mekanisme pasar, melalui efektivitas operasi moneter dan ketersediaan likuiditas di pasar.

Perry juga membahas terkait perbaikan ekonomi domestik yang diperkirakan terus berlangsung secara bertahap. Kinerja ekonomi kuartal III 2021 tercatat tumbuh positif sebesar 3,51 persen (yoy), meskipun lebih rendah dari capaian kuartal II sebelumnya sebesar 7,07 persen (yoy) seiring pembatasan mobilitas untuk mengatasi varian delta Covid-19.

“Perkembangan tersebut ditopang oleh tetap tingginya ekspor, di tengah tertahannya konsumsi rumah tangga dan investasi,” ujarnya.

2 dari 2 halaman

Kinerja Positif Lapangan Usaha

Selain itu, pertumbuhan ekonomi juga didukung oleh kinerja positif Lapangan Usaha (LU) Industri Pengolahan, Perdagangan, dan Pertambangan, serta kinerja ekonomi wilayah Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua), Kalimantan, dan Sumatera.

BI memperkirakan kinerja ekonomi meningkat pada kuartal IV-2021, didukung oleh perbaikan kinerja ekspor, kenaikan belanja fiskal Pemerintah, maupun peningkatan konsumsi dan investasi.

Hal ini tercermin dari kenaikan indikator hingga awal November 2021 seperti mobilitas masyarakat, penjualan eceran, ekspektasi konsumen, PMI Manufaktur, serta realisasi ekspor dan impor.

"Pertumbuhan ekonomi diperkirakan meningkat lebih tinggi pada tahun 2022, didorong pula oleh mobilitas yang terus meningkat sejalan dengan akselerasi vaksinasi, pembukaan sektor-sektor ekonomi yang lebih luas, dan stimulus kebijakan yang berlanjut," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp14.245 per USD
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp14.220 per USD
Neraca Dagang Surplus, Rupiah Ditutup Menguat di Rp14.201 per USD
Kurs Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Level Rp14.277 per USD
Hari Ini, Rupiah Ditutup Menguat di Rp14.219 per USD

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini