Bos BI Sebut Inflasi April karena Faktor Musiman Bukan karena Fundamental

Jumat, 3 Mei 2019 15:00 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Bos BI Sebut Inflasi April karena Faktor Musiman Bukan karena Fundamental Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. ©2018 Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi April 2019 sebesar 0,44 persen. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dari prediksi Bank Indonesia (BI) yaitu 0,37 persen.

Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, inflasi tersebut disumbang oleh naiknya beberapa harga pangan serta masih mahalnya tiket pesawat.

"Sebagaimana kita ketahui inflasi April sedikit lebih tinggi dari yang kita perkirakan karena realisasi kemarin 0,44 persen, sedikit lebih tinggi dari perkiraan kami 0,37 persen," kata dia saat ditemui usai shalat Jumat di Mesjid BI, Jakarta, Jumat (3/5).

Dia menjelaskan, harga bahan pangan yang andilnya cukup besar dalam inflasi adalah bawang merah dan cabai merah. Sebab kedua komoditi tersebut mengalami keterlambatan panen dikarenakan faktor cuaca buruk di beberapa daerah. "Bawang merah dan cabai merah memang kemarin karena cuaca, panennya mundur seperti itu. Kedua, terkait naiknya biaya tiket," ujarnya.

Kendati demikian dia menegaskan penyumbang inflasi adalah faktor musiman, bukan berasa dari kondisi fundamental ekonomi yang mengalami masalah.

"Tapi kami melihat itu faktor musiman bukan merupakan faktor yang fundamental. Dari fundamental terlihat pada inflasi intinya yang tetap rendah. Realisasinya 3,05 persen. Kesimpulannya, kami berpandangan bahwa inflasi yang terjadi di April dan mungkin Mei lebih karena faktor musiman baik karena cuaca ataupun menjelang hari Ramadhan," ujarnya.

Sejauh ini, BI masih berpandangan inflasi sepanjang tahun ini akan tetap terjaga dalam target dan batas aman yaitu 3,1 - 3,5 persen. "Secara keseluruhan kami berpandangan inflasi rendah dan terkendali. Kami lihat proyeksi ke depan akan tetap rendah" ujarnya.

"Namun demikian, kami akan tetap mewaspadai, mencermati, memantau harga-harga pangan dan harga yang diatur pemerintah dan juga koordinasi dengan pemerintah melalui TPIP dan TPID," tutupnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyebut bahwa inflasi pada April 2019 sebesar 0,44 persen. Dengan demikian, inflasi sejak Januari hingga April 2019 tercatat sebesar 0,80 persen.

"Perkembangan harga secara umum naik di April 2019. Dari pantauan 82 kota, inflasi tercatat sebesar 0,44 persen. Agak tinggi," ujarnya di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Kamis (2/5).

Sementara itu, inflasi dari tahun ke tahun tercatat sebesar 2,83 persen. Angka tersebut masih sesuai dengan target pemerintah tahun ini pada angka 3,5 persen.

"Secara umum inflasi selama April 2019 terkendali dengan adanya sejumlah komoditas mengalami peningkatan," kaya Suhariyanto.

Dari 82 kota, Medan mencatatkan inflasi tertinggi sebesar 1,30 persen dan terendah dicatatkan oleh pare-pare sebesar 0,3 persen. Sedangkan deflasi tertinggi dicatatkan oleh Manado -1,27 persen dan terendah maumere -0,04 persen.

"Penyebab utama inflasi April adalah kenaikan harga bahan makanan, transportasi, komunikasi dan jasa keuangan," tandasnya. [idr]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini