Bos BI : Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan II Lebih Rendah

Senin, 22 Juni 2020 13:16 Reporter : Dwi Aditya Putra
Bos BI : Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan II Lebih Rendah Perry Warjiyo. istimewa ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 akan terkoreksi mendalam. Bahkan laju pertumbuhan ekonomi di kuartal II akan lebih buruk dari kuartal I sebesar 2,97 persen.

"Di dalam negeri pertumbuhan ekonomi nasional triwulan kedua dari berbagai data kami pantau akan alami kontraksi. Triwulan II lebih rendah dari triwulan I-2020," kata dia di ruang rapat Komisi XI DPR RI, Jakarta, Senin (22/6).

Menurut Perry, pelemahan yang terjadi dapat dilihat dari berbagai indikator komponen pertumbuhan ekonomi yang juga menurun. Misalnya saja kondisi perdagangan ekspor Indonesia berdampak turun sejalan dengan kontraksi perekonomian global.

Tak hanya itu, konsumsi rumah tangga juga melemah tajam karena terjadinya penurunan pendapatan masyarakat dan aktivitas ekonomi karena pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Di tambah lagi, realisasi belanja pemerintah yang juga turun di tahun ini.

"Dan ini sumber pertumbuhan ekonomi yang saat ini diharapkan mendorong ekonomi," imbuh dia.

Dia mengatakan, pertumbuhan ekonomi ke depannya akan sangat bergantung dari bagaimana relaksasi PSBB berlangsung dan kecepatan stimulus fiskal yang terjadi di dalam negeri. Sebab jika keduanya berjalan secara maksimal maka, diperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal III dan IV akan membaik.

"Secara keseluruhan diperkirakan pertumbuhan ekonomi 2020 di kisaran 0,9 persen sampai 1,9 persen dan meningkat di kisaran 5-6 persen di 2021 didorong oleh perbaikan ekonomi global maupun berbagai stimulus yang dilakukan," tandas dia.

1 dari 1 halaman

Ekonomi RI 2020

2020

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, merevisi target pertumbuhan ekonomi tahun ini menjadi 1 persen dari sebelumnya pada kisaran 2,3 persen. Hal tersebut karena tantangan pandemi Virus Corona yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.

"Pemerintah sendiri proyeksi minus 0,4 hingga 1 persen untuk pertumbuhan ekonomi 2020," ujar Menteri Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan DPR, Jakarta, Kamis (18/6).

Revisi pertumbuhan tersebut juga dikarenakan pertumbuhan ekonomi di kuartal II yang diyakini akan merosot tajam dibandingkan kuartal I yang tercatat 2,97 persen. "Perekonomian 2,3 persen kami revisi proyeksi turun ke 1 persen karena kontraksi dalam di kuartal II," jelasnya.

Meski demikian, perekonomian masih memiliki peluang tumbuh lebih baik atau lebih buruk hingga akhir tahun jika dilihat dari kebijakan dan langkah yang dilakukan pemerintah dalam penanganan dampak dari Covid-19. Selain itu, perekonomian juga akan ditentukan saat menurunnya penyebaran virus ini.

"Tetapi, ini semua tergantung kemampuan kita pulihkan ekonomi di kuartal II dan IV atau di Semester II-2020 ini," jelasnya. [azz]

Baca juga:
Pemerintah Kerja Keras Agar Ekonomi RI Kembali ke 5 Persen di 2021
Wapres Ma'ruf Akui Ekonomi Indonesia Melambat Karena PSBB
Harapan Pengusaha di Usia Jakarta ke-493 Tahun: Ekonomi Bisa Pulih
Pemerintah Optimis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Pulih di 2021
Sri Mulyani Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2020 di Kisaran -0,4 Sampai 1 Persen
Bos BI: Ketahanan Ekonomi Triwulan II-2020 Tetap Baik

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini