Bos BI Pastikan Cadangan Devisa Aman Meski Banyak Lakukan Intervensi Pasar

Kamis, 26 Maret 2020 17:35 Reporter : Anggun P. Situmorang
Bos BI Pastikan Cadangan Devisa Aman Meski Banyak Lakukan Intervensi Pasar dolar AS. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyebut bahwa cadangan devisa cukup meski pihaknya banyak melakukan intervensi menstabilkan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD). Seperti diketahui, mata uang Garuda melemah sampai ke level Rp16.300 per USD.

"Kami pastikan jumlah cadangan devisa yang kami miliki lebih dari cukup. Dengan tekanan nilai tukar yang cukup besar tentu ada penurunan," ujar Perry di Jakarta, Kamis (26/3).

"Kami memastikan jumlah cadangan devisa lebih dari cukup untuk bagaimana mendukung upaya stabilisasi nilai tukar rupiah," sambungnya.

Bank Indonesia mencatat pada akhir Februari 2020, cadangan devisa tercatat USD 130,44 miliar. Cadangan devisa tersebut turun apabila dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya yaitu USD 131,7 miliar.

Perry menambahkan, bank sentral tidak hanya mengandalkan cadangan devisa untuk menstabilkan Rupiah. "Cadangan devisa adalah first line of defense, itu lebih dari cukup. Tapi kami juga mempunyai second line of defence, yaitu bilateral swap dengan sejumlah bank sentral," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Jaga Kondisi Pasar

pasar rev1

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, pihaknya terus mengupayakan pasar keuangan Indonesia tetap menarik bagi investor di tengah kepanikan pandemi virus corona. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan melakukan komunikasi rutin dengan investor.

"Sejak pekan lalu, kami sudah teleconference dengan investor dan dengan Kemenkeu, termasuk Wamenkeu, lakukan teleconference, dan saya juga lakukan. Dan nanti sore juga. Nanti juga akan diikuti banyak investor," ujarnya di Jakarta, Kamis (26/3).

Melalui komunikasi tersebut, bank sentral berupaya menjelaskan sejumlah langkah yang telah dilakukan untuk menjaga ekonomi. Tidak hanya itu, Bank Indonesia juga meyakinkan investor bahwa pihaknya selalu ada di pasar keuangan.

"Kami kasih confidence ke mereka, mereka juga confidence terhadap kondisi ekonomi RI baik, dan mereka tentu saja tidak bisa disalahkan dengan persepsi mereka, tidak bisa disalahkan karena ini juga pelaku usaha di dunia, investor panik. Makanya fenomena dana asing keluar terjadi tidak hanya di Indonesia," kata Perry.

Upaya tersebut pun disambut baik oleh investor. Hari ini, beberapa investor sudah mulai membeli aset keuangan baik saham, Surat Berharga Negara (SBN) walau belum cukup besar.

"Kelihatan pada hari ini kami lihat beberapa investor mulai beli aset keuangan baik saham, SBN, meski gak besar. Ini menunjukkan begitu kepanikan berakhir dan bagaimana kita kelola ekonomi," jelasnya. [idr]

Baca juga:
Bank Indonesia Catat Cadangan Devisa Turun Menjadi USD 130,4 M di Akhir Februari 2020
Bos BI soal Rupiah Menguat ke Rp13.772 per USD: Bukti Ekonomi Indonesia Membaik
Awal 2020, BI Catat Cadangan Devisa USD 131,7 Miliar
Naik USD 2,6 M, Cadangan Devisa per Desember 2019 Tercatat USD 129,2 M
Bos BI: Aliran Modal Asing Masuk Indonesia Tembus Rp224 Triliun Sepanjang 2019
Per 26 Desember 2019, Bank Indonesia Catat Dana Asing Masuk Indonesia Capai Rp226 T

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini