Bos BI Optimis Rupiah Menguat ke Rp15.000 per USD

Rabu, 29 April 2020 10:29 Reporter : Merdeka
Bos BI Optimis Rupiah Menguat ke Rp15.000 per USD Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. ©2019 Merdeka.com/Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimis nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) menunjukkan tren penguatan ke Rp15.000 per USD. Diketahui, rupiah ditutup melemah di level Rp15.380 per USD pada perdagangan Selasa (28/4), kemarin.

"Nilai tukar rupiah kemarin ditutup di Rp15.380, atau memang melemah Rp70 dari hari sebelumnya Rp15.310 untuk level bawahnya. Sementara untuk level atasnya, Rp15.465, dan hari sebelumnya Rp15.460," kata Perry dalam konferensi video, Rabu (29/4).

Dia menjelaskan, naik turunnya nilai tukar dari hari ke hari lebih banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor teknis serta faktor-faktor berbagai perkembangan berita dari dalam maupun luar negeri.

"Untuk yang terjadi kemarin dan beberapa hari ini, memang ada beberapa faktor yang memberi tekanan pada nilai tukar, kalau dari dalam negeri tentu saja kebutuhan valuta asing dari korporasi. Kalau menjelang akhir bulan memang relatif lebih tinggi yaitu menambah permintaan untuk valuta asing," imbuhnya.

Selain itu, Perry juga menyebutkan, upaya-upaya pemerintah di berbagai daerah untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dinilai oleh sejumlah pelaku pasar berpotensi menurunkan pertumbuhan ekonomi.

"Tapi juga ada faktor-faktor positif baik dari dalam maupun luar negeri. Seperti penawaran lelang SBN yang tinggi, Rp44,4 triliun, itu menunjukkan bahwa minat dari investor dalam maupun luar negeri itu tinggi," beber Perry

"Secara keseluruhan kami masih meyakini, tren untuk ke depannya sampai akhir tahun, nilai tukarnya akan stabil dan menguat ke arah Rp15 ribu per USD," jelasnya.

Reporter: Pipit Ika Ramadhani

Sumber: Liputan6.com [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini