Bos BI Optimis Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini Capai 5,3 Persen

Kamis, 28 Februari 2019 13:25 Reporter : Dwi Aditya Putra
Bos BI Optimis Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini Capai 5,3 Persen Gubernur BI Perry Warjiyo. ©2019 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengaku optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini akan lebih baik dibandingkan pada 2018 lalu. Meski masih akan menghadapi gejolak, dirinya tetap percaya diri pertumbuhan dapat berada di kisaran 5,3 persen.

"Outlook ekonomi (tahun ini), optimis, optimis, optimis. Pertumbuhan ekonomi 5,2-5,3 persen," katanya di acara CNBC Economic Outlook 2019, di Jakarta, Kamis (28/2).

Pertumbuhan tersebut dapat tercapai apabila permintaan kebutuhan domestik dalam negeri dapat didorong dan meningkat dikisaran 5,5 persen. Kemudian, investasi juga tumbuh positif berada di angka 6,7 persen.

Meski diperkirakan akan tumbuh, namun neraca perdagangan Indonesia dikhawatirkan akan tetap melemah. Ini juga dikarenakan kondisi pasar global yang belum cukup tenang. "Masalahnya global gonjang ganjing ekspor susah impor juga masih negatif," imbuhnya.

Di samping itu, lanjut Perry, yang membuat dirinya yakin pertumbuhan tahun ini semakin baik yakni melihat kondisi nilai tukar Rupiah cenderung menguat. Berbeda dengan tahun lalu, dimana Rupiah sepanjang 2018 tercatat terdepresiasi sebesar hingga 6,9 persen.

Penguatan Rupiah ini juga didorong oleh beberapa hal utama. Salah satunya adalah aliran modal asing yang masuk ke Indonesia cukup deras. "Faktor lain kondisi fundamental baik, dan pasar valas semakin berkembang tidak hanya SWAP, DNDF. NTR stabil dan cenderung menguat," katanya.

Kemudian, yang menjadi fokus Bank Indonesia dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi juga dengan cara mengendalikan defisit transaksi berjalan. Sebab, defisit pada 2018 tercatat sebesar USD 31 miliar atau setara dengan 2,98 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

"Yang jadi fokus stabilitas eksternal. itu gimana terus mengendalikan CAD dan menaikkan surplus dari neraca modal," pungkasnya. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini