Bos BI: Aliran Modal Asing Masuk Indonesia Tembus Rp224 Triliun Sepanjang 2019

Jumat, 3 Januari 2020 14:38 Reporter : Merdeka
Bos BI: Aliran Modal Asing Masuk Indonesia Tembus Rp224 Triliun Sepanjang 2019 Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. ©2018 Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing yang masuk ke Indonesia di sepanjang 2019 kemarin mencapai Rp224,2 triliun.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo merinci, nilai tersebut terdiri dari Rp168,6 triliun di obligasi pemerintah atau Surat Berharga Negara (SBN), Rp50 triliun masuk ke pasar saham, Rp3 triliun ke obligasi korporasi, dan Rp2,6 triliun di Sertifikat Bank Indonesia.

"Kita akhiri 2019 dengan capaian kestabilan eksternal yang terjaga dengan portfolio cukup besar, di samping juga cadangan devisa akan naik kembali," ujar Perry usai Jumatan di Masjid Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (3/1).

Terkait cadangan devisa, BI akan mengumumkannya pekan depan. "Data sementara cadangan devisa akan lebih tinggi dari USD 127 miliar," sambungnya.

"Itu mengindikasikan Neraca Pembayaran Indonesia di Triwulan IV surplus sebagaimana terbukti dengan cadangan devisa yang naik di Triwulan IV," Perry menambahkan.

Indikator lain yang menandakan stabilitas keuangan terjaga yakni premi Credit Default Swap (CDS) di pasar spot yang sekarang berada di 60,6 bps. Angka tersebut dikatakannya sebagai yang terendah dalam 5 tahun terakhir.

"Kawan-kawan tau CDS itu premi investor asing untuk men-swap-kan pemegangan mereka. 60,6 bps itu sangat rendah, dan terendah dalam 5 tahun terakhir," tuturnya.

1 dari 1 halaman

Nilai Tukar Rupiah Bergerak Fluktuatif

Nilai tukar (kurs) Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah hari ini, Jumat (3/1). Rupiah dibuka menguat tipis di Rp13.885 per USD dari perdagangan sebelumnya di Rp13.893 per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah sempat menguat lagi usai pembukaan ke Rp13.883 per USD. Namun Rupiah bergerak melemah dan saat ini berada di Rp13.910 per USD.

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan berpeluang kembali menguat setelah terkoreksi di perdagangan awal tahun.

"Hari ini rupiah kemungkinan akan kembali menguat," kata Ibrahim dikutip Antara.

Dari eksternal, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menyatakan akan menandatangani kesepakatan perdagangan fase pertama dengan China pada 15 Januari 2020. Trump menyatakan seremoni penandatanganan kesepakatan tersebut akan dilakukan di Gedung Putih.

Setelah penandatangan, Trump berencana akan melakukan kunjungan ke China untuk melanjutkan pembicaraan mengenai kesepakatan fase kedua. Kendati demikian, sejauh ini China belum memberikan konfirmasi mengenai tanggal tersebut dan belum merilis pernyataan apa pun tentang penandatanganan tersebut.

Dari domestik, inflasi secara keseluruhan pada akhir tahun 2019 tercatat 2,72 persen, lebih rendah dari 2018 yang mencapai 3,13 persen. Ibrahim memperkirakan rupiah pada hari ini akan bergerak di kisaran Rp13.863 per dolar AS hingga Rp13.910 per USD.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [idr]

Baca juga:
Per 26 Desember 2019, Bank Indonesia Catat Dana Asing Masuk Indonesia Capai Rp226 T
November 2019, Cadangan Devisa Turun Tipis Menjadi USD126,6 Miliar
Intip Resep Sukses Pengobatan Mak Erot Hingga Mampu Raup Rp 3,5 Juta per Tamu
Amerika Serikat Timbun Emas 8.133 Ton untuk Cadangan Devisa, Indonesia Berapa?
Jokowi Ingin Pariwisata Jadi Motor Peningkat Devisa
Naik USD 2,4 Miliar, Cadangan Devisa per Oktober 2019 Capai USD 126,7 Miliar

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini