Bos baru Garuda Indonesia diberi waktu 12 bulan majukan perusahaan

Selasa, 18 April 2017 13:39 Reporter : Idris Rusadi Putra
Bos baru Garuda Indonesia diberi waktu 12 bulan majukan perusahaan Pahala Nugraha Mansury. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Menteri badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno memberi tenggat waktu 12 bulan kepada Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) yang baru Pahala N Mansury, untuk memperbaiki kinerja perusahaan. Rini menginginkan maskapai pelat merah tersebut bisa lebih kompetitif.

Menurut Rini, Pahala dipilih menggantikan Arif Wibowo karena Garuda memerlukan restrukturisasi secara menyeluruh baik dari segi operasional dan keuangan.

"Kita beri waktu dalam 12 bulan ini sih. Garuda itu kan memang saat ini memerlukan restrukturisasi secara menyeluruh. Dari segi operasional, dari segi keuangan," kata Rini di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (18/4).

Dalam pandangan Rini, Pahala merupakan sosok yang tepat untuk melakukan proses restrukturisasi tersebut. Mengingat, latarbelakang Pahala yang mantan Direktur Keuangan dan Treasury di Bank Mandiri.

"Bagaimana memperkuat operasional dengan kompetisi yang makin kuat di domestik maupun internasional, dan juga memperkuat struktur keuangannya. Karena itu kita melihat setelah interview banyak pihak, Pak Pahala yang paling tepat untuk itu," tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) telah mencopot Arif Wibowo dari jabatannya sebagai direktur utama. Selanjutnya, Rini mengangkat mantan direktur keuangan Bank Mandiri Pahala Nugraha Mansyuri menjadi bos maskapai pelat merah tersebut.

Salah satu alasan pencopotan Arif adalah karena Menteri Rini belum puas dengan kinerja Arief Wibowo selama menjabat sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA). Dalam pandangan Rini, Garuda belum cukup kuat selama dipimpin oleh mantan dirut Citilink tersebut. Padahal, Rini berharap BUMN maskapai tersebut bisa berkompetisi baik di lingkup nasional maupun global.

"Belum (kekuatan Garuda di zaman Arief Wibowo). Memang menurut saya ada hal yang saya melihat masih perlu diperkuat," katanya di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (18/4). [sau]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini