Bos Bappenas: Indonesia Pembuang Sampah Makanan Terbesar Setelah Arab Saudi

Selasa, 19 Februari 2019 12:13 Reporter : Anggun P. Situmorang
Bos Bappenas: Indonesia Pembuang Sampah Makanan Terbesar Setelah Arab Saudi ilustrasi sampah. ©South China Morning Post

Merdeka.com - Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro memberi pidato kunci pada workshop nasional fortifikasi pangan dengan tema Fortifikasi Pangan: Intervensi Cost Effective dalam Mengoptimalkan Penurunan Stunting. Stunting (kerdil) merupakan terhalangnya pertumbuhan tubuh akibat kekurangan makanan dan gizi sejak dalam kandungan.

Dia mengatakan, tingkat stunting di Indonesia saat ini berada pada level 30 persen. Angka ini cukup memprihatinkan sebab dibalik kekurangan makanan dan gizi, Indonesia merupakan negara kedua pembuang sampah makanan terbesar di dunia setelah Arab Saudi.

"Di satu sisi Indonesia masih kekurangan gizi sehingga berpotensi stunting. Di sisi lain Indonesia adalah penghasil sampah makanan terbesar kedua di dunia setelah Saudi Arabia," ujar Bambang Di Hotel Ayana, Jakarta, Selasa (19/2).

Menyikapi hal ini, Indonesia masih jauh dari bebas stunting. Perlu langkah konkret agar stunting dapat ditekan, disamping mengubah perilaku masyarakat agar membiasakan diri mengkonsumsi makanan dengan bijak dan bertanggung jawab.

"Indonesia masih jauh dari bebas stunting. Ke depan kalau kita ingin naikkan faktor itu maka pengurangan stunting ini harus jadi bagian integral. Permasalahan ganda pada gizi (double burden), kita upaya dengan penambahan gizi terutama gizi anak dan balita," jelasnya.

Mantan Menteri Keuangan itu melanjutkan, masa depan Indonesia sangat tergantung pada kualitas SDM, dan fortifikasi (pengayaan gizi) pangan merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk memenuhi kebutuhan zat gizi masyarakat sekaligus mendukung target pengurangan stunting.

"Dengan mendukung fortifikasi pangan, kita dapat menurunkan prevalensi stunting dan masalah gizi lainnya sekaligus meningkatkan kualitas SDM Indonesia," tandasnya. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini