Boeing Beri Bantuan Rp1,4 Triliun ke Keluarga Korban Lion Air

Kamis, 4 Juli 2019 09:48 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Boeing Beri Bantuan Rp1,4 Triliun ke Keluarga Korban Lion Air Keluarga korban Lion AIR JT 610 di Hotel Ibis. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Boeing menyiapkan dana USD 100 juta atau setara Rp1,4 triliun (asumsi Rp14.121 per USD) untuk keluarga korban Lion Air yang jatuh di Karawang. Selain Lion Air, bantuan juga akan diberikan pada keluarga korban Ethiopian Airlines.

Dilansir dari Channel News Asia, Kamis (4/7), Boeing akan memberikan dana ini kepada pemerintah daerah dan organisasi nirlaba (NGO) untuk disalurkan kepada keluarga korban. Dana tersebut untuk mendukung biaya pendidikan, kebutuhan hidup, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang terdampak.

"Kami menyampaikan simpati terdalam kepada untuk keluarga korban. Kami harap bantuan ini dapat memberikan kenyamanan pada keluarga korban kecelakaan," ujar Kepala Eksekutif Boeing, Dennis Muilenburg.

Pemberian bantuan akan dilakukan dengan skema tahun jamak. Bantuan ini diluar tuntutan ganti rugi yang dialamatkan pada produsen pesawat asal Amerika Serikat (AS) ini.

Sebelumnya, satu persatu keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, mengajukan gugatan hukum terhadap The Boeing Company di Chicago, Amerika Serikat. Kali ini melalui firma hukum Ribbeck Law Chartered, pihak keluarga telah mengajukan gugatan pada Jumat 16 November 2018.

Salah satu kuasa hukum dari Ribbeck Law Chartered, Manuel Bon Ribbeck menyatakan, pihaknya berharap banyak pada tuntutan yang diajukan keluarga korban.

"Tidak ada alasan untuk menunggu laporan akhir dari investigasi karena bisa memakan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Laporan akhir tidak akan menetapkan kewajiban. Keputusan siapa yang bersalah dalam kecelakaan ini akan ditentukan oleh hakim atau juri di Amerika," tutur Von Ribbeck.

Von Ribbeck menyebut, diduga pesawat pesawat Lion Air JT 610 jenis Boeing 737 MAX 8 tersebut memang dalam kondisi rusak dan berbahaya jika dioperasikan. Hal itulah yang menjadi faktor utama penyebab kecelakaan. "Lion Air hanyalah salah satu dari beberapa maskapai yang telah membeli Boeing MAX 8 yang relatif baru," jelas Von Ribbeck. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini