Boeing 737 Max 8 Ethiopian Airlines Kecelakaan, Luhut Buka Peluang Larang Penggunaan

Senin, 11 Maret 2019 13:49 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Boeing 737 Max 8 Ethiopian Airlines Kecelakaan, Luhut Buka Peluang Larang Penggunaan Menko Luhut soal pesawat Ethiopian Airlines jatuh. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Pemerintah China telah resmi melarang penggunaan pesawat Boeing 737 Max 8. Keputusan tersebut diambil usai insiden pesawat Ethiopian Airlines jatuh.

Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, menyebutkan pemerintah akan segera melakukan pertemuan membahas penggunaan pesawat tersebut. Sebab, jenis Boeing 737 Max 8 banyak digunakan di Indonesia. Bahkan sempat mengalami insiden kecelakaan pada akhir tahun lalu yang dialami oleh Lion Air.

Dia juga menyebutkan tengah menunggu laporan dari Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. "Saya akan besok pertemuan, tadi malam saya sudah bicara dengan menteri perhubungan, kita akan dengar dulu beberapa laporan. Nanti akan tentukan bagaimana sikap pemerintah," kata dia saat ditemui di Shangri La Hotel, Jakarta, Senin (11/3).

Dia menyatakan, tidak menutup kemungkinan Indonesia akan mengambil sikap yang sama seperti China. "Apa saja bisa mungkin, tergantung laporan yang diterima. Saya kira besok kita akan rapatkan itu dan bagaimana kita lihat," ujarnya.

Kendati demikian dia enggan menjawab terkait kemungkinan memanggil pihak Boeing. "Ya itu nanti saya tidak usah cerita sama kau," ujarnya.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan akan terus melakukan pengawasan terhadap maskapai yang masih mengoperasikan pesawat berjenis yang sama di Indonesia. Pengawasan untuk pesawat Boeing 737-8 Max ini sudah dilakukan sejak Oktober 2018 lalu.

"Hingga saat ini kami terus melakukan langkah-langkah perbaikan mulai dari prosedur operasional maupun additional training serta menindaklanjuti Airworthiness Directive yang dikeluarkan Federal Aviation Administration," jelas Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti, di Jakarta.

Selain pengawasan terhadap pengoperasian pesawat Boeing 737-8 Max, Polana menambahkan pihaknya juga tetap bekerjasama dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Boeing maupun lembaga penerbangan dunia seperti FAA untuk terus melakukan evaluasi terkait kecelakaan pesawat jenis Boeing 737-8 Max. Kerjasama ini dibutuhkan dalam peningkatan teknik operasional ataupun tindak lanjut Ditjen Hubud terhadap operasional pesawat jenis Boeing 737-8 Max selanjutnya.

"Kami juga akan melakukan komunikasi dan pemantauan proses investigasi pesawat jenis Boeing 737-8 Max yang jatuh di Ethiopia serta berkoordinasi dengan FAA untuk memutuskan langkah lanjut dalam perbaikan operasional Boeing 737-8 Max," katanya.

Atas kejadian pesawat Ethiopian Airlines jatuh, Polana mengimbau kepada seluruh maskapai penerbangan di Indonesia untuk mematuhi prinsip 3S + 1 C dalam penerbangan yaitu Safety, Security, Service dan Compliance (kepatuhan pada aturan yang berlaku) sebab keselamatan harus menjadi hal yang utama dalam penerbangan. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini