BNI Syariah Incar Penyaluran KPR Rp 12,8 Triliun di 2019

Rabu, 20 Maret 2019 11:11 Reporter : Merdeka
BNI Syariah Incar Penyaluran KPR Rp 12,8 Triliun di 2019 Perumahan. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - BNI Syariah menargetkan kredit pembiayaan rumah (KPR) atau pembiayaan griya mencapai Rp 12,8 triliun tahun ini. Penyaluran pembiayaan griya BNI Syariah selama 2018 sebesar Rp 11,86 triliun atau meningkat sebesar 10,81 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Komposisi pembiayaan perumahan sebesar 41,92 persen dibandingkan dengan total pembiayaan BNI Syariah.

"Pada tahun ini pertumbuhan pembiayaan griya ditargetkan meningkat sebesar 8 persen," kata SEVP Bisnis Ritel & Jaringan BNI Syariah, Iwan Abdi dalam keterangannya, Rabu (20/3).

Dia menjelaskan, untuk pembelian rumah atau apartemen, fasilitas pembiayaan yang digunakan memiliki jangka waktu paling lama 20 tahun dan untuk pembiayaan ruko atau rukan jangka waktu maksimal 15 tahun. Sementara untuk fasilitas pembiayaan yang digunakan untuk pembelian tanah paling lama adalah 10 tahun.

Untuk mengejar target tersebut BNI Syariah juga telah kerjasama dengan salah satu pengembang properti yaitu PT Mekar Agung Sejahtera (Masgroup). Kerjasama ini terkait dengan fasilitas pembiayaan kepemilikan rumah. Kerjasama ini terkait Proyek Bali Resort Bogor yang berada di wilayah Rancabungur Bogor.

Masgroup merupakan developer yang berpengalaman lebih dari 12 tahun yang memiliki beberapa proyek seperti Kota Sutera, Sutera Mediterania, Grand Sutera dan Bali Resort di Serpong, Puri Karawaci di Karawaci Tangerang dan Grand Sutera di Leuwiliang Bogor. Untuk proyek Bali Resort Bogor terdiri dari 832 unit rumah seluas 12 hektare.

Melalui BNI Griya iB Hasanah, BNI Syariah ingin menyediakan fasilitas pembiayaan perumahan untuk nasabah dengan maksimum pembiayaan Rp 25 miliar, angsuran yang tetap, bebas biaya administrasi, bebas biaya provisi, bebas biaya appraisal serta bebas denda. Jangka waktu pembiayaan yang fleksibel sampai dengan 20 tahun untuk nasabah fix-income dan 15 tahun untuk nasabah non fix-income.

Reporter: Ilyas Istianur Praditya

Sumber: Liputan6

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini