BNI prediksi BI kembali naikkan suku bunga acuan 25 bps, ini alasannya

Rabu, 7 November 2018 13:13 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
BNI prediksi BI kembali naikkan suku bunga acuan 25 bps, ini alasannya BI Naikan Suku Bunga. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) diprediksi masih akan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis point (bps) menjadi 6 persen di akhir tahun ini. Di mana, pada Oktober, BI memutuskan untuk menahan suku bunga acuan pada angka 5,75 persen.

Corporate Secretary and Chief Economist BNI, Ryan Kiryanto, menyebutkan The Fed atau bank sentral Amerika Serikat akan segera menyelenggarakan The Federal Open Market Committee (FOMC) yang merupakan sidang terakhir mereka di tahun ini.

"Hampir pasti menaikkan Fractional flow reserve (FFR). Implikasinya sebagian bank-bank sentral di dunia akan ikut menaikkan suku bunga," kata Ryan dalam sebuah acara diskusi di Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Rabu (7/11).

"Maka Desember kita lihat ada dua kemungkinan, BI tetap menahan atau menaikkan 25 bps jadi 6 persen untuk suku bunga acuan," ujarnya.

Ryan mengungkapkan, AS terpaksa harus agresif menaikkan suku bunga acuannya untuk meredam inflasi di negara Paman Sam tersebut. "Secara teori, ketika ekonomi suatu negara tumbuh dengan baik biasanya diiringi dengan inflasi di negara itu. Upaya menjinakkan inflasi dengan menaikkan suku bunga sehingga orang-orang yang punya duit tidak berproduksi terus, tapi di simpan di bank," ujarnya.

Ryan menyebutkan, The Fed menggunakan jalur suku bunga untuk mengerem inflasi AS yang sudah berada di angka 2 persen. "2 persen angka keramat di Amerika, tidak boleh melampaui itu. Berbahaya untuk negara Amerika. Maka harus djinakkan dengan suku bunga," tutupnya. [bim]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini