Blue Bird optimis meski IPO saat bursa anjlok akibat politik

Jumat, 3 Oktober 2014 13:39 Reporter : Ardyan Mohamad
Blue Bird optimis meski IPO saat bursa anjlok akibat politik Direksi Blue Bird. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Blue Bird menawarkan 20 persen saham ke publik secara terbatas (bookbuilding) mulai hari ini, Jumat (3/10) hingga 10 Oktober 2014. Selanjutnya, ada penawaran umum hingga 24-28 Oktober. Pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) dilakukan 3 November mendatang.

PT Danareksa Sekuritas selaku penjamin emisi perusahaan taksi itu mengakui momentum IPO kurang kondusif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedang anjlok, lantaran situasi politik dianggap investor kurang kondusif. Terutama setelah DPR dikuasai Koalisi Merah Putih yang berseberangan dengan kubu Presiden Terpilih Joko Widodo.

"Tapi kan kita tidak tahu outcome akan begini. Tidak ada yang bisa menjawab mengapa bisa begini," kata Direktur Danareksa Sekuritas Iman Hilmansyah dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (3/10).

Pada perdagangan Kamis (2/10), kabar dikuasainya DPR oleh koalisi oposisi direspon negatif investor bursa. Dana asing kabur mencapai Rp 1,4 triliun, dan koreksi IHSG mencapai 2,7 persen.

Menko Perekonomian Chairul Tanjung membenarkan, terpilihnya Setya Novanto sebagai Ketua DPR, diikuti politikus Koalisi Merah Putih lain di kursi pimpinan legislatif membuat khawatir pasar.

Pasar takut manuver politik itu memicu ketiadaan eksekutif yang kuat. Apalagi Fraksi Koalisi Merah Putih juga berhasil meloloskan Undang-Undang Pilkada, yang mana kini gubernur/walikota/bupati dipilih DPRD.

"Dengan dikuasainya DPR bukan dari kelompok yang sama politiknya dengan pemerintah tentu akan dikhawatirkan oleh pelaku pasar. Pemerintah jadi kurang efektif dalam melaksanakan pekerjaannya," kata CT kemarin malam.

Pada perkembangan terkini, investor masih konsisten "lari" dari bursa. Dana keluar hingga sesi 1 berakhir mencapai Rp 220 miliar. Imbasnya, indeks tak lagi bertengger di posisi 5.000.

IHSG pada penutupan sesi 1 anjlok 1,26 persen ke level 4.937,812. Indeks saham unggulan LQ45 juga ditutup melemah siang tadi ke posisi 11,558 alias turun 1,37 persen.

Kendati demikian, Danareksa masih optimis saham Blue Bird akan disambut investor. IHSG sudah sering mengalami pelemahan lebih parah dan berhasil rebound.

"Intinya kita masih yakin ekonomi akan tumbuh dengan angka relatif bagus. Saya yakin (anjloknya IHSG) itu hanya temporary," kata Iman.

Direktur Blue Bird Sigit Priawan Djokosoetono pun meyakini investor antusias menyambut IPO perusahaan taksi raksasa yang dia pimpin. Sejauh ini, dia sudah mendengar minat dari investor ritel maupun institusi memburu saham Blue Bird.

"Kami berharap dapat lebih banyak investor Indonesia. Semua investor sangat tertarik dari jumlah yang dijual. Soal jumlah lokal atau asing berapa besar, saya tidak bisa menyebut sekarang, kita lihat bookbuilding ini berapa banyak penawaran masuk," kata Sigit.

Sampai sekarang, Blue Bird dan tiga perusahaan penjamin emisi masih belum bersedia mengungkap harga saham per lembar. Demikian pula target dana segar yang diincar dari IPO tersebut. Prospektus akan dilansir pada keterbukaan informasi pukul 15.00 WIB hari ini. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. IPO
  2. Taksi Blue Bird
  3. Bursa Saham
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini