BKPM yakin investasi moncer meski laju ekonomi terus melorot

Kamis, 5 Februari 2015 17:38 Reporter : Saugy Riyandi
BKPM yakin investasi moncer meski laju ekonomi terus melorot Kepala BKPM Franky Sibarany. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, laju pertumbuhan ekonomi nasional konsisten melambat. Tahun lalu saja, ekonomi nasional hanya mamp;u tumbuh 5,02 persen.

Meski begitu badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) masih optimis investasi di dalam negeri bakal cerah tahun ini.

"Kalau dari sisi investasi sebetulnya saya melihat ada beberapa yang potensinya (investasi) masih besar," ujar Franky usai melakukan tatap muka dengan Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulisto dan para pelaku usaha di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (5/2).

Kepercayaan diri itu muncul setelah melihat pertumbuhan investasi tahun lalu melonjak 16 persen. Selain itu, masih ada potensi investasi yang berasal dari investasi mandek mencapai Rp 423 triliun.

"Kemudian dari minat investasi USD 74 miliar dan disitu banyak industri padat karya, industri nilai tambah, listrik, maritim dan lain-lain. Saya kira itu masih optimis untuk 2015," kata dia.

BKPM menargetkan, investasi yang akan masuk ke Indonesia pada 2015 mencapai Rp 519,5 triliun, atau tumbuh 14 persen dari pencapaian tahun sebelumnya. Target ini terdiri atas penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 175,8 triliun, dan penanaman modal asing (PMA) Rp 343,7 triliun.

Seperti diketahui, perlambatan laju perekonomian nasional sepanjang tahun lalu atau 2014 benar-benar terjadi. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka pertumbuhan ekonomi nasional tahun lalu yang hanya 5,02 persen.

BPS telah mengubah hitungan pertumbuhan ekonomi berbasis Sistem Statistik Nasional dari semula tahun dasar penghitungan 2000 menjadi 2010. Kepala BPS, Suryamin mengatakan, angka ini turun dibanding periode sama tahun sebelumnya yang mencapai 5,58 persen dengan menggunakan hitungan sama.

Dari data BPS yang menggunakan sistem baru, pertumbuhan ekonomi Indonesia konsisten turun sejak 2010. Pada 2010, ekonomi mampu tumbuh 6,38 persen, turun menjadi 6,17 persen di 2011, pada 2012 turun lagi jadi 6,03 dan 2013 hanya 5,58 persen.

"Mulai 5 Februari kita menghitung PDB dasar 2010 dengan pertumbuhan ekonomi 5,02 persen, tapi ada perbandingan data baru dari 2010," ucap Suryamin saat konferensi pers di Kantornya, Jakarta. [noe]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini