BKPM sebut rencana investasi 4 usaha perkebunan terkendala izin

Selasa, 6 Januari 2015 13:24 Reporter : Novita Intan Sari
BKPM sebut rencana investasi 4 usaha perkebunan terkendala izin gedung BKPM. Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat ada empat perusahaan perkebunan masih mengalami kendala perizinan investasi. Total nilai investasi yang ingin mereka gelentorkan di sektor pertanian, peternakan, dan hortikultura mencapai Rp 3,6 triliun.

Hal tersebut diungkapkan Kepala BKPM Franky Sibarani, Jakarta, Selasa (6/1).

"Semua itu paling banyak merupakan perusahaan perkebunan yang terintgrasi dengan industri minyak sawit," katanya. "Tidak bisa kami sebutkan nama perusahaan tersebut," jelas dia.

Dikatakan Franky, realisasi investasi di industri pengolahan kelapa sawit, kakao dan karet pada kuartal III periode 2010 - 2014 mencapai Rp 136,2 triliun. Terdiri dari penanaman modal dalam negeri sebesar Rp 35,1 triliun dan penanaman modal asing sebesar USD 10,1 miliar.

"Sebesar 71 persen dari nilai investasi tersebut disumbang oleh industri pengolahan kelapa sawit dan sisanya disumbang oleh industri pengolahan karet 18 persen dan kakao 11 persen," ungkapnya

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perbenihan Hortikultura Indonesia (Hortindo) Afrizal Gindow mengatakan bisnis hortikultura di Indonesia sangat menggiurkan. Ini berpotensi menarik minat investasi asing.

"Nilai bisnis sayur mayur di Indonesia bisa menembus Rp 100 triliun atau 100 kali lipatnya benih," ujarnya. "Jadi pangsa pasar ini masih bisa meningkat dua kali lipat. Makanya benih sangat penting untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian sayur mayur."

Sayangnya, hingga saat ini Indonesia masih ketergantungan impor sayuran dari China, Taiwan, Thailand dan negara lain. Nilai impornya mencapai sekitar Rp 17 triliun.

Catatan saja, konsumsi sayur mayur di Indonesia baru mencapai 40 kilogram (kg) per tahun. Angka ini separuh dari rekomendasi Organisasi Pangan Sedunia (FAO) sebanyak 80 kg setiap tahun. [yud]

Topik berita Terkait:
  1. Investasi
  2. BKPM
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini