BKPM sebut 40 proyek dapat layanan kemudahan investasi

Senin, 6 Juni 2016 12:47 Reporter : Sri Wiyanti
BKPM sebut 40 proyek dapat layanan kemudahan investasi gedung BKPM. Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat Layanan Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK) sudah dimanfaatkan oleh investor delapan proyek sepanjang 30 Mei-3 Juni 2016.

Kedelapan proyek tersebut memiliki nilai investasi Rp 1,45 Triliun dengan luas tanah 21,60 Hektar di dua kawasan industri.

Kepala BKPM Franky Sibarani menjelaskan, total, layanan kemudahan tersebut sudah dimanfaatkan 40 proyek dengan nilai investasi Rp 57,08 triliun dan luas tanah sebesar 618,64 hektar. Dari 40 proyek tersebut, 17 diantaranya sudah memasuki tahap konstruksi di delapan kawasan industri dengan nilai investasi Rp 9,19 triliun dan luas tanah 215 hektar.

Sementara itu, 23 proyek lainnya dalam tahap persiapan konstruksi di lima kawasan industri dengan nilai investasi Rp 47,89 triliun dan luas tanah 403,64 hektar.

"BKPM terus melakukan pemantauan agar proyek –proyek yang sudah memanfaatkan layanan KLIK ini, sehingga tujuan dari inisiatif ini dapat tercapai. Maksud KLIK adalah untuk mendorong akselerasi realisasi investasi. Dengan investor langsung melakukan proses konstruksi ke kawasan industri yang di tetapkan maka terjadi percepatan dari time lag komitmen investasi ke realisasi investasi," ujar Franky melalui siaran pers, Senin (6/6).

Deputi Kepala BKPM Bidang Perencanaan Penanaman Modal Tamba Hutapea menambahkan, pihaknya juga melakukan verifikasi proyek-proyek yang akan memanfaatkan layanan KLIK. Pihaknya juga telah memfasilitasi proses perizinan di beberapa kawasan industri yang mengimplementasikan KLIK.

"Kami juga terus melakukan koordinasi dengan kementerian koordinator perekonomian, kemudian koordinasi di daerah dengan pemerintah daerah dan pengelola kawasan industri," lanjutnya.

KLIK merupakan terobosan yang dilakukan pemerintah untuk mendorong pencapaian target investasi nasional Rp 594,8 triliun, tahun ini. Saat ini, tercatat 14 kawasan industri yang telah ditetapkan untuk dapat mengimplementasikan fasilitas KLIK dengan total luasan 10.022 hektar.

Belasan kawasan industri tersebut tersebar di enam provinsi. Yakni Jawa Tengah terdiri dari 3 kawasan industri seluas 840 hektar, Jawa Timur terdiri dari 1 kawasan industri seluas 1.761 hektar, Sulawesi Selatan 1 kawasan industri seluas 3.000 hektare.

Kemudian Banten terdiri dari 3 kawasan industri dengan total luas lahan 3.170 hektare, Jawa Barat terdiri dari 5 kawasan industri dengan total luas lahan 1.111 hektar dan Sumatera Utara terdiri dari 1 kawasan industri seluas 100 hektar. [yud]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Investasi
  3. BKPM
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini