BKPM: Penutupan kantor di AS pengaruhi iklim investasi Indonesia

Kamis, 3 Oktober 2013 14:42 Reporter : Ahmad Baiquni
gedung BKPM. Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Ketua Badan Koordinasi Penanaman MOdal (BKPM) Mahendra Siregar menilai kondisi penutupan sejumlah kantor pemerintahan Amerika Serikat (AS), akibat tak disetujui anggaran negaranya, tidak akan berpengaruh dalam iklim investasi di Indonesia. Meski diakui kondisi ini cukup membuat kekhawatiran dalam pasar investasi Indonesia.

"Shutdown mungkin ada pengaruhnya. Saya berpandangan pengaruh itu tidak langsung. Apa yang bisa lakukan hanya bercemas diri," ujar Mahendra di kantornya, Jakarta, Kamis (3/10).

Namun demikian, Mahendra meminta agar investor tidak perlu terlalu khawatir dengan kondisi yang terjadi di AS. Dia pun mengajak investor untuk lebih memfokuskan perhatian pada agenda yang telah dibuat di seputar dunia investasi.

Salah satunya melanjutkan agenda koordinasi antara BKPM dengan pemerintah daerah (Pemda) untuk mengembangkan investasi di daerah. "Fokus saja pada agenda kita yang jadi prioritas Indonesia," kata Mahendra.

Koordinasi dengan Pemda, lanjut Mahendra, hanya dijalankan pada beberapa Pemda yang dinilai benar-benar berkomitmen untuk membangun iklim investasi yang sehat.

"Daripada meyakinkan 550 pemda yang rumit, fokus saja sama yang punya komitmen dan mempunyai aktivitas konkret," pungkas dia. [bmo]

Topik berita Terkait:
  1. BKPM
  2. Investasi
  3. Amerika Serikat
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.