BKPM: Kunjungan Menteri Bahlil ke Amerika Serikat Sudah Dapat Izin Presiden Jokowi

Senin, 19 Juli 2021 16:17 Reporter : Dwi Aditya Putra
BKPM: Kunjungan Menteri Bahlil ke Amerika Serikat Sudah Dapat Izin Presiden Jokowi Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. ©2020 Merdeka.com/Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Staf Khusus Menteri Investasi/Kepala BKPM Bidang Hubungan dengan Daerah sekaligus Juru Bicara BKPM, Tina Talisa memastikan bahwa kunjungan Menteri Bahlil Lahadila ke Amerika Serikat dalam agenda penguatan hubungan ekonomi sudah mendapatkan restu atau izin dari Presiden Joko Widodo.

"Setiap kunjungan kerja Bapak Menteri Investasi ke luar negeri selalu memohon arahan dari Bapak Presiden dan setiap kunjungan kerja yang dilakukan selalu atas sepengetahuan dan seizin Bapak Presiden, termasuk kunjungan ke Amerika Serikat," kata Tina saat dikonfirmasi merdeka.com, Senin (19/7).

Dia menekankan, arahan Presiden Jokowi kepada Menteri Investasi adalah untuk menjelaskan perbaikan indikator kemudahan berusaha atau Ease of Doing Business (EoDB) kepada Bank Dunia, menarik investor ke Indonesia, dan menjelaskan implementasi UU Cipta Kerja kepada seluruh perwakilan RI di Amerika Serikat.

"Arahan tersebut telah dilaksanakan dengan tuntas sesuai dengan rencana," tandasnya.

Sebelumnya, Pengamat Hukum Indigo Network, Radian Syam mengatakan, Presiden Jokowi telah 'kecolongan' dengan perginya dua menter tersebut di tengah kondisi PPKM Darurat. Dia menilai, jika memang kepergiaan kedua menteri itu mendapatkan restu dari Jokowi, maka tidak akan menjadi masalah besar.

Dia mengatakan, di dalam tugas kenegaraan atau kunjungan diplomatik ke negara-negara tujuan, tentu ada mekanismenya. Harus ada komunikasi administratif. Atau paling tidak diketahui dan sudah mendapatkan persetujuan dari Kepala Negara.

"Kalau misalkan ternyata terbukti ini dalam sekali lagi 'kecolongan' tanpa izin ya presiden harus evaluasi. Kalau memang dalam bahasa ininya perlu di pergantian atau di reshuffle. Karena ini penting harus dilakukan karena itu juga kewenangan presiden," kata dia saat dihubungi merdeka.com, Senin (19/7).

Dia melihat, kemarahan Presiden Jokowi kepada anak buahnya tersebut harus diacungi jempol dan diapresiasi. Karena presiden betul-betul melakukan evaluasi menyeluruh kepada para menterinya yang memang tidak senafas dengannya.

"Jadi kalau misalkan ada menteri yang nakal kewenangan presiden sekali lagi untuk mengevaluasi kepada menterinya," jelas dia.

Baca Selanjutnya: Suasana Tegang Rapat Kabinet...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini