BKN Temukan Banyak PNS Penilaian Bagus Tapi Hasil Kerja Jeblok

Selasa, 3 Desember 2019 11:13 Reporter : Merdeka
BKN Temukan Banyak PNS Penilaian Bagus Tapi Hasil Kerja Jeblok pns. ©sijaka.files.wordpress.com

Merdeka.com - Badan Kepegawaian Nasional (BKN) mengakui mayoritas Pegawai Negeri Sipil (PNS) memiliki nilai kinerja dan prestasi baik. Namun, faktanya masih bekerja tidak sesuai harapan.

Sekretaris Utama BKN, Supranawa Yusuf,‎ mengatakan terdapat masalah dalam manajemen kinerja PNS. Yaitu, masih ditemukan ketidakcocokan antara nilai kinerja dengan fakta yang ada di lapangan.

‎"Kalau bicara manajemen kinerja di PNS masih menghadapi masalah,"‎ kata Supranawa saat menghadiri Pilot Project Manajemen Kinerja PNS Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2019 di Kantor Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi, Jakarta, Selasa (3/12).

Supranawa melanjutkan, jika dilihat dari penilaian prestasi kerja, hampir semua PNS memasuki kategori baik. Bahkan, sekitar 20 persen memperoleh nilai amat baik. Namun, jika melihat fakta di lapangan beberapa pihak mengeluhkan kinerja PNS yang masih jeblok.

"Kalau dilihat dari data yang kita punya, nilai atau penilaian prestasi kerja PNS hampir semuanya masuk kategori baik, 10-20 persen amat baik. Kalau lihat faktualnya di lapangan banyak komplain entah dari masyarakat, stakeholder atau pimpinan instansi," paparnya.

Supranawa pun mengaku kerap mendengar keluhan sejumlah kepala daerah yang berasal dari luar birokrasi‎. Keluhan tersebut kebanyakan mengenai kinerja PNS daerah yang tidak bisa mengikuti ritme bekerja dengan cepat.

"Apalagi kalau pimpinan daerah tidak punya latar belakang birokrasi, ingin cepat dan tuntas. Beberapa daerah mengeluhkan kasih instruksi sebulan tidak ada realisasi, ada suatu masalah karena (PNS) belum memiliki kinerja yang bagus‎," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Perbedaan Mencolok PNS Zaman Dulu dan Sekarang

Direktur Utama TVRI, Helmy Yahya kembali terpilih menjadi Ketua Dewan Juri Anugerah ASN (Aparatur Sipil Negara) atau PNS pada tahun ini. Dia pun menyambut positif banyaknya PNS yang berinovasi di segala lini.

Helmy Yahya mengapresiasi PNS yang membuat effort lebih. Pria lulusan STAN ini pun membandingkan kualitas PNS zaman dulu yang lemah inovasi.

"Dulu masih ada istilah PGPS, pinter goblok pendapatan sama. Tapi sekarang luar biasa berubah. PNS ada KPI (Key Performance Index), ada reformasi birokrasi, dan dikaitkan tunjangan kinerja," ujarnya di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Jakarta, Senin (4/11).

Salah satu nominee Anugerah ASN 2019 dalam kategori PNS Inspiratif, Jaya Setiawan Gulo, berkata PNS zaman sekarang sudah tidak boleh kalah dari startup atau sektor swasta.

Dia berharap ada perubahan sistem agar SDM yang bekerja di pemerintahan tak ketinggalan dari mereka yang bekerja di sektor swasta.

"Semua SDM itu sama. Yang membedakan adalah ketika mereka masuk ASN, ketika mereka masuk private sector, ketika mereka masuk startup. Sekarang yang harus berubah adalah di sistemnya," ucapnya.

Nominee PNS Inspiratif lain dari Kementerian Pertanian, Hoerudin, mengakui memang sudah terlanjur ada branding negatif terkait kinerja PNS. Namun, pria yang bekerja di Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian itu pun optimistis perubahan positif sedang terjadi.

"Memang mungkin branding itu yang berat, branding selama ini PNS itu kurang produktif, tapi saya yakin dengan perubahan selama ini mungkin kita lihat di instansi pemerintah sekarang birokrasi semakin disederhanakan, peningkatan kesejahteraan PNS yang dibarengi kinerja semakin baik, ini diharapkan PNS semakin produktif dan inovatif," ujar Hoerudin.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6

[bim]

Baca juga:
Jokowi Soal Ganti Eselon dengan Robot: Kita Butuh Kecepatan Bekerja
Pejabat Eselon III dan IV Terdampak Perampingan Tetap Miliki Jenjang Karir
Hadir Reuni Aksi 212, PNS Bisa Diganjar Sanksi
KemenPAN Akui Tak Semua Eselon 3 dan 4 Dihapus
KemenPAN Mulai Laksanakan Pemangkasan Eselon di Desember 2019
Terungkap, PNS Pertama di Indonesia Ternyata Seorang Raja Jawa

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini