BJ Habibie, Pemberi Nama Pertama Bank Mandiri

Kamis, 12 September 2019 12:25 Reporter : Anggun P. Situmorang
BJ Habibie, Pemberi Nama Pertama Bank Mandiri Bank Mandiri. ©Istimewa

Merdeka.com - Presiden RI Ketiga BJ Habibie wafat pada usia 83 tahun di RSPAD, Gatot Subroto, Rabu (11/9) sore kemarin. Selain sebagai Presiden, BJ Habibie juga merupakan pelopor dalam berbagai bidang strategis di Indonesia salah satunya pemberi nama Bank Mandiri.

Corporate Secretary Bank Mandiri, Rohan Hafas, mengatakan pemberian nama pertama kali dilakukan oleh Habibie saat Bank Mandiri baru saja dimerger dari empat bank. Empat bank tersebut merupakan perbankan yang terdampak krisis 1998.

"Pak Habibie itu bagi Mandiri ada arti khusus. Karena beliau lah yang memberi nama dan beliau lah yang mengawal bank ini sejak 21 tahun yang lalu," ujar Rohan saat ditemui di Kutuh, Bali, Kamis (12/9).

Habibie memberi nama Mandiri dengan tujuan untuk menjadikan bank milik pemerintah tersebut mampu berdiri dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Adapun Bank Mandiri merupakan merger dari 4 bank yaitu Bank Exim, Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara dan Bapindo.

"Empat bank ini mengalami kesulitan waktu itu, kemudian collaps kemudian dibailout oleh pemerintah dengan obligasi rekat waktu itu. Kemudian dimerger menjadi satu bank. Kemudian pada satu rapat itu akan dimintakan nama ke presiden apa nama paling cocok, Pak Habibie menyebut Mandiri. Itu asal usul nama bank mandiri pada saat pertama kali dibentuk. Tahun 1998," paparnya.

Rohan pun menyampaikan rasa duka yang dalam atas meninggalnya BJ Habibie. "Kami pun menyampaikan belasungkawa atas nama Bank Mandiri semoga beliau amal baiknya diterima Allah. Dan peninggalan beliau banyak sekali, banyak hak paten beliau dibidang aeronotika semoga itu dapat terus menjadi kenangan bagi kita," tandasnya.

1 dari 2 halaman

Perjalanan Karir Habibie

Habibie pernah bekerja di sebuah perusahaan penerbangan yang berpusat di Hamburg, Jerman, yaitu Messerschmitt-Blkow-Blohm. Pada tahun 1973, beliau kembali ke Indonesia atas permintaan Presiden kedua Republik Indonesia Soeharto.

Pada 1974, Habibie mendapatkan perintah dari Soeharto untuk menjadi CEO dari Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) dan memimpin pengembangan industri di Indonesia.

Tak sampai di situ, usai kembalinya Habibie ke Indonesia, dirinya langsung ditunjuk sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek). Beliau menjabat selama dua dekade, yakni 1978 sampai 1988.

Selama menjabat sebagai Menristek, Habibie juga terpilih sebagai Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang pertama. Beliau terpilih pada 7 Desember 1990 secara aklamasi.

Pencapaiannya tidak sampai di situ saja. Pada tahun 1995, Habibie berhasil menjadi pemimpin dalam proyek pembuatan pesawat N250 Gatot Kaca. Ini merupakan pesawat yang pertama kali dibuat oleh Indonesia.

Pesawat N250 Gatot Kaca adalah pesawat turbotrop pertama di dunia yang menggunakan “Fly by Wire” yang mempunyai jam terbang 900 jam.

Tahun 1998 menjadi puncak karir Habibie. Di masa itu, beliau diangkat menjadi Presiden Republik Indonesia pada 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Sebelum menjabat sebagai Presiden RI, Habibie pernah menjadi Wakil Presiden sejak 14 Maret 1998 sampai 21 Mei 1998 dalam Kabinet Pembangunan VII yang berada di bawah naungan Presiden Soeharto.

2 dari 2 halaman

BJ Habibie Pembuat Pesawat R80

Semasa hidup, BJ Habibie pernah bermimpi memiliki pesawat nasional yang bisa membawa nama Indonesia lebih harum. Tak disangka, mimpi ini terwujud dengan diciptakannya pesawat R80 yang rencananya akan dirakit tahun ini dan mulai di jual tahun 2025 mendatang.

Meski belum dipastikan kapan tepatnya akan dirakit, pesawat R80 ini ternyata laris manis. Buktinya, sudah ada pesanan sebanyak 155 unit, dengan rincian Nam Air memesan 100 unit, Kalstar 25 unit, Trigana Air 20 unit dan Aviastar 10 unit.

Pesawat ini diklaim BJ Habibie menjadi kebanggaan terbarunya. Bahkan BJ Habibie pernah menyatakan tidak ingin meninggal sebelum hasil rancangannya ini mengudara.

Pesawat R80 dilengkapi dengan sistem kendali fly by wire yang menggunakan sinyal elektronik dalam memberikan perintah. Lalu, pesawat ini juga bisa meminimalisir suara bising yang dihasilkan baling-baling pesawat. Sistem penyesuaian udara juga ditanamkan di sini sehingga tekanan udara di pesawat stabil tidak terpengaruh ketinggian pesawat.

Komisaris PT Regio Aviasi Industri (RAI), Ilham Habibie mengatakan sebagai pesawat bermesin baling-baling atau mesin turboprop, konsumsi bahan bakar pesawat R80 jauh lebih irit 20 persen ketimbang pesawat bermesin jet. Hal ini tentu menjadi pertimbangan maskapai untuk membeli pesawat R80, karena efisiensi bahan bakar dapat membuat perusahaan semakin untung.

"Menurut saya minimal 20 persen irit, itu cukup berarti. Karena laba perusahaan sangat sedikit, kompetisi ketat, sehingga mereka harus bisa berhemat," tuturnya.

[bim]

Baca juga:
Imam Besar Masjid Istiqlal Pimpin Salat Jenazah BJ Habibie
Quraish Shihab Ikut Salatkan Presiden ke-3 BJ Habibie
Ridwan Kamil akan Abadikan Nama BJ Habibie di Bangunan Monumental
BJ Habibie Kerap Habiskan Waktu 2 Jam Berdoa di Makam Ainun
Pilot Perempuan Pertama Pesawat N250 Kenang BJ Habibie Sosok Pemimpin Visioner
BJ Habibie Wafat, Bendera Setengah Tiang Berkibar di Istana Kepresidenan
Menag Lukman Hakim Akan Pimpin Doa Pemakaman BJ Habibie

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini