Bisa Bersaing Harga dengan China, INKA Menang Sejumlah Lelang Proyek Kereta Dunia

Rabu, 18 November 2020 21:11 Reporter : Merdeka
Bisa Bersaing Harga dengan China, INKA Menang Sejumlah Lelang Proyek Kereta Dunia Dirjen Perkeretaapian tinjau kereta baru buatan PT INKA di Madiun. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Utama PT Industri Kereta Api (INKA), Budi Noviantoro, membeberkan proyek-proyek internasional yang tengah dikerjakan perusahaan. Proyek tersebut didapatkan dengan lelang terbuka.

Langkah ini, menurut Budi, memiliki resiko di persaingan harga, terutama dengan negara yang menjual produk rakitan dengan harga murah seperti China. Kendati begitu, Budi mengatakan harga kereta api rakitan INKA masih lebih murah dibanding produksi China.

"Lelang terbuka ada risikonya apalagi kalau kita bersaing dengan perusahaan-perusahaan China. Kita semua tahu, bahwa kalau China harganya sudah mepet, INKA masih murah jadi menang," ujar Budi dalam acara Ngopi BUMN, Rabu (18/11).

Menurutnya, INKA beberapa kali memenangkan lelang seperti di Bangladesh. Di mana dengan menyelesaikan kontrak terakhir 250 kereta pada Oktober lalu.

Pihaknya juga sedang menyelesaikan pemesanan dari Filipina, yaitu berupa 6 trainset diesel multi unit (DMU), 3 lokomotif dan 15 kereta penumpang dari INKA.

"Kebetulan lagi Covid dan Manila lockdown sehingga kita kesulitan untuk bisa mengirim. Mudah-mudahan bulan depan sudah bisa kita kirim karena tim Filipina sudah dateng ke INKA untuk melakukan tes," ujar Budi.

2 dari 2 halaman

Ekspansi Bisnis, PT INKA Bakal Bangun Pabrik Kereta Api di Benua Afrika

pt inka bakal bangun pabrik kereta api di benua afrika

PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA menjajaki peluang pembangunan pabrik kereta api di negara Benua Afrika. Hal ini dilakukan untuk mendukung proyek transportasi kereta api di negara tersebut yang akan dilakukan dalam 30 tahun ke depan.

Direktur Utama INKA, Budi Noviantoro mengatakan, pihaknya tengah berfokus melakukan penetrasi ke pasar Afrika.

"Jadi saat ini kita sudah masuk di Afrika, ada 3 negara yang sudah deal dengan INKA," jelas Budi dalam acara Ngopi BUMN secara virtual, Rabu (18/11).

Nantinya, INKA akan bekerja dengan beberapa perusahaan di benua Amerika. Setidaknya, ada 1 atau 2 pabrik yang akan dibangun.

Budi juga menjelaskan peluang pembangunan lintasan kereta api di benua Afrika yang tercantum dalam peta proyek African Belt Economic Development (ABED) yang menghubungkan negara-negara network yang memiliki keterbatasan dalam jual beli komoditi ke luar negeri.

"Jadi, ada Mali-Senegal ada 1.929 Km yang harus kita upgrade, kemudian Burkina Faso-Pantai Gading kira-kira 622 Km dan seterusnya, yang paling besar adalah masuk di area DRC Kongo, jadi ada Kongo dan DRC Kongo, kira kira realisasinya sekitar 4.000 Km tapi mereka minta lagi untuk double track bisa saja 11.000 Km, ini di sekitaran Kongo saja," katanya.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6

Baca juga:
Ekspansi Bisnis, PT INKA Bakal Bangun Pabrik Kereta Api di Benua Afrika
INKA Gandeng Taiwan Produksi Bus Listrik, Kongo Pesan 360 Unit
INKA: Pandemi Covid-19 Buat Pengiriman Pasokan Bahan Baku dan Produk Terhambat
BUMN Bakal Ikut Tender Garap Proyek Kereta Api di Bangladesh
Fakta-Fakta Terbaru LRT Jabodebek, Termasuk Tarif Rp12.000
Penampakan Interior LRT Jabodebek Buatan INKA
Gandeng INKA, Swiss Investasi Rp1,4 Triliun untuk Produksi Kereta di Indonesia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini